04 May 2022, 15:01 WIB

Korsel: Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik


Cahya Mulyana | Internasional

(Photo by KCNA VIA KNS / KCNA VIA KNS / AFP).
 (Photo by KCNA VIA KNS / KCNA VIA KNS / AFP).
Ilustrasi

Korea Utara (Korut) kembali menembakkan rudal balistik pada Rabu (4/5), kata militer Korea Selatan (Korsel). Itu hanya seminggu setelah pemimpin Korut Kim Jong Un berjanji untuk meningkatkan persenjataan nuklir Pyongyang.

Peluncuran itu adalah yang terbaru dalam serangkaian uji coba senjata Korut sepanjang tahun ini, dan dilakukan setelah pejabat Amerika Serikat dan Korsel memperingatkan Pyongyang sedang bersiap untuk melanjutkan uji coba nuklir. "Satu rudal balistik yang ditembakkan oleh Korea Utara hari ini pada 1203 (0303 GMT) dari sekitar Sunan menuju Laut Timur (Laut Jepang) terdeteksi," kata Kepala Staf Gabungan Korsel dalam sebuah pernyataan resmi.

“Saat ini, militer kami menjaga postur kesiapan dengan melacak dan memantau gerakan terkait dalam persiapan untuk peluncuran tambahan.”

Penjaga Pantai Jepang juga mengatakan bahwa Korut telah meluncurkan rudal balistik. Negara yang memiliki senjata nuklir itu sudah menguji coba rudal balistik antarbenua.

Tes semacam itu telah dihentikan saat Kim bertemu dengan mantan Presiden AS Donald Trump pada 2019. Namun Kim mengatakan pada parade militer pekan lalu akan mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan kekuatan nuklir negaranya dengan cepat.

“Kekuatan nuklir, simbol kekuatan nasional kita dan inti kekuatan militer kita, harus diperkuat baik dari segi kualitas maupun skalanya,” kata Kim.

Uji coba senjata terbaru Korut itu dilakukan hanya beberapa hari sebelum presiden baru Korsel Yoon Suk-yeol dilantik. “Itu bisa menjadi pesan peringatan untuk… Yoon,” kata Hong Min dari Institut Korea untuk Unifikasi Nasional.

Yoon telah mengisyaratkan dia hanya bersedia untuk berbicara tentang perdamaian jika Korut bersedia untuk denuklirisasi. “Itu juga bisa menandakan sikap Pyongyang bahwa mereka tidak punya pilihan selain untuk lebih meningkatkan persenjataannya jika Seoul dan Washington memutuskan untuk mengerahkan aset militer strategis ke Selatan,” tambahnya. (France24/OL-12)

BERITA TERKAIT