27 April 2022, 11:20 WIB

Jerman Bantu Ukraina dengan Alutista Usang


Cahya Mulyana | Internasional

AFP/PATRICK BAZ
 AFP/PATRICK BAZ
Ilustrasi

Jerman mengumumkan pengiriman bantuan pertama berupa alat utama sistem senjata (Alutsista) ke Ukraina. Jenisnya meliputi 100 kendaraan tempur infanteri Marder dan 88 tank Leopard 1A5 yang sudah berumur.

Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan pihaknya akan membantu Ukraina sambil mengurangi ketergantungan pada energi asal Rusia. Parlemen dan pemerintah Jerman telah menyetujui pengiriman tank Gepard yang dilengkapi dengan senjata anti-pesawat.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin menyambut baik keputusan Jerman untuk mengirim tank. “Sistem itu akan memberikan kemampuan nyata bagi Ukraina,” katanya setelah pembicaraan dengan Lambrecht dan puluhan rekan mereka di Pangkalan Udara Ramstein milik AS di Jerman barat.

Kritikus, termasuk duta besar Ukraina untuk Jerman, menuduh Berlin menyeret langkahnya untuk memberikan senjata berat ke Ukraina dan pada langkah-langkah lain yang dapat membantu Kyiv mengusir pasukan Rusia, seperti embargo impor energi Rusia.

Mereka mengatakan Berlin tidak menunjukkan kepemimpinan yang diharapkan dari kekuatan besar dan bahwa keragu-raguannya di tengah kekhawatiran tentang efek ekonomi di Jerman dari pembatasan pasokan gas Rusia. Kanselir Olaf Scholz mengungkapkan bahwa angkatan bersenjata, Bundeswehr, memiliki stok persenjataan melebihi kuota.

Jerman Scholz, seorang Sosial Demokrat yang partainya telah lama memperjuangkan pemulihan hubungan dengan Rusia setelah Perang Dunia II memperingatkan risiko Moskow menganggap Jerman sebagai pihak dalam konflik, yang dapat mengarah pada perang dunia ketiga.

Pengumuman pengiriman Gepard datang setelah laporan pada Senin (25/4) bahwa perusahaan pertahanan Rheinmetall telah meminta persetujuan pemerintah untuk pengiriman 100 kendaraan tempur infanteri Marder dan 88 tank Leopard 1A5 tua ke Ukraina. (Aljazeera/OL-12)

BERITA TERKAIT