21 April 2022, 14:32 WIB

Militer Israel Lakukan Serangan Udara ke Jalur Gaza, Palestina


 Cahya Mulyana | Internasional

BASHAR TALEB / AFP
 BASHAR TALEB / AFP
Jilatan api dan asap membumbung ke udara setelah serangan jet tempur Israel ke Jalur Gaza, Palestina pada Kamis (21/4).

MILITER Israel kembali melakukan serangan udara di Jalur Gaza tengah untuk kedua kalinya pekan ini. Menurut saksi mata pasukan Israel didukung jet tempur menyerang kompleks bawah tanah yang diduga digunakan untuk memproduksi mesin roket.

Penyerangan Israel ini terjadi sebelum fajar pada Kamis (21/4). Tidak ada laporan segera tentang korban. Saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan itu merusak beberapa rumah di kamp pengungsi al-Bureij di Gaza tengah.

Beberapa jam sebelum aksi tersebut sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam Israel selatan menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah rumah tetapi tidak ada yang cedera, kata polisi Israel.

Empat roket lagi juga ditembakkan dari Gaza, kata militer Israel, menyusul serangannya di daerah kantong pantai yang terkepung, tetapi dicegat oleh sistem pertahanan udara. Tidak ada faksi Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut.

Baca juga: Roket Gaza Hantam Israel, Demo Sayap Kanan Diblokade Polisi

Dalam sebuah pernyataan, Hamas, kelompok yang mengendalikan Gaza, mengatakan pemboman Israel hanya akan mendorong warga Palestina untuk melawan pendudukan dan meningkatkan dukungan mereka untuk Jerusalem dan rakyatnya.

Gelombang kekerasan di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki telah menimbulkan kekhawatiran akan kembali ke konflik yang lebih luas, setelah 11 hari serangan Israel tahun lalu di Gaza, di mana lebih dari 250 warga Palestina di Gaza dan 13 orang di Israel tewas.

Pada bulan Maret 2022, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina dalam serangan di Tepi Barat sementara 14 orang di Israel tewas dalam serangan jalanan. Polisi anti huru hara Israel juga menyerbu kompleks masjid Al-Aqsa pekan lalu, melukai sedikitnya 158 jemaah Muslim Palestina.

Ketegangan tahun ini telah meningkat sebagian oleh bulan suci Ramadhan bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi. Palestina menuduh Israel melanggar batas di Al-Aqsa dengan mengizinkan jamaah Yahudi masuk ke kompleks suci.

Mereka mengatakan langkah itu merupakan pelanggaran kebijakan berabad-abad di mana non-Muslim boleh berkunjung, tetapi tidak berdoa. Para pemimpin Israel mengatakan mereka memastikan kebebasan beribadah untuk semua agama di Yerusalem.

Al-Aqsa adalah masjid tersuci ketiga dalam Islam dan juga dihormati oleh orang-orang Yahudi sebagai lokasi dua kuil kuno. Palestina ingin Jerusalem Timur yang diduduki, termasuk tempat-tempat suci Muslim, Kristen dan Yahudi, sebagai ibu kota negara masa depan.

Israel, yang mencaplok Yerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional setelah merebut wilayah itu dalam perang tahun 1967, menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kota abadinya. (Aljazeera/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT