20 April 2022, 15:26 WIB

Enam Tewas dalam Ledakan di Sekolah Syiah Afghanistan


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Wakil Kohsar.
 AFP/Wakil Kohsar.
Kerabat korban tiba untuk mencari orang yang mereka cintai di luar rumah sakit di Kabul pada 19 April 2022, setelah dua ledakan bom terjadi.

SEDIKITNYA enam orang tewas dan 24 lainnya luka-luka pada Selasa (19/4) akibat dua ledakan bom yang melanda sekolah anak laki-laki di lingkungan Syiah Hazara di ibu kota Afghanistan, kata polisi dan staf rumah sakit.

Jumlah serangan di Afghanistan menurun secara signifikan sejak Taliban menggulingkan pemerintah yang didukung AS pada Agustus. Namun kelompok ISIS mengeklaim beberapa serangan sejak itu.

Beberapa mayat berserakan di luar gerbang sekolah di lingkungan Dasht-e-Barchi yang padat penduduknya di Kabul, di samping bercak darah, buku-buku yang terbakar, dan tas sekolah, menurut gambar yang diposting di media sosial.

"Kami sedang meninggalkan sekolah dan baru saja melangkah keluar dari gerbang belakang ketika ledakan terjadi," Ali Jan, seorang siswa yang terluka dalam ledakan pertama, mengatakan kepada AFP di rumah sakit.

Ledakan kedua terjadi saat tim penyelamat tiba untuk mengangkut korban dari ledakan pertama ke rumah sakit. "Beberapa teman kami kehilangan tangan, sementara beberapa berlumuran darah," kata Saeed Rahmatullah Haidari, seorang siswa di sekolah tersebut.

"Ada pecahan kaca dan genangan darah. Seluruh tubuhku gemetar."

Di luar rumah sakit yang merawat korban terluka, para pejuang Taliban menahan kerubungan keluarga mahasiswa yang berkumpul saat mereka mencari informasi. Para wanita berteriak ketika mereka memindai foto-foto korban yang dipasang di dinding terdekat oleh petugas medis.

Juru bicara kepolisian Kabul Khalid Zadran mengatakan kepada AFP bahwa serangan di luar sekolah Abdul Rahim Shahid itu disebabkan oleh dua alat peledak rakitan yang menewaskan enam orang. Satu granat juga dilemparkan ke pusat bahasa Inggris terdekat di daerah yang sama, melukai satu orang, katanya kemudian.

Dua rumah sakit mengatakan mereka merawat 24 pasien yang terluka.

Serangan tercela

Amnesty International mengutuk serangan tercela itu terhadap komunitas Hazara. "Ini juga menunjukkan bahwa Taliban, sebagai otoritas de-facto, gagal melindungi warga sipil, terutama mereka dari kelompok etnis dan agama minoritas, dari bahaya," kata Juru Kampanye Asia Selatan Amnesti Internasional Samira Hamidi dalam suatu pernyataan.

Utusan khusus Uni Eropa untuk Afghanistan, Tomas Niklasson, mengatakan mereka yang berada di balik serangan keji itu harus bertanggung jawab. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa serangan terhadap warga sipil sangat dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional.

Baca juga: Bom Meledak pada Peringatan Asyura Syiah di Pakistan

Lingkungan Dasht-e-Barchi sebagian besar merupakan rumah bagi komunitas Hazara dan sebelumnya menjadi sasaran kelompok ISIS--saingan Taliban juga gerakan Islam Suni garis keras. Komunitas Hazara, yang berjumlah antara 10% dan 20% dari 38 juta penduduk negara itu, telah lama menjadi sasaran serangan korban massal, beberapa di antaranya disalahkan pada Taliban selama 20 tahun pemberontakan mereka. (OL-14)

BERITA TERKAIT