20 April 2022, 12:42 WIB

Lima Negara Eropa Serukan Kerusuhan di Jerusalem Segera Diakhiri


Nur Aivanni | Internasional

AFP/AHMAD GHARABLI
 AFP/AHMAD GHARABLI
Ilustrasi Masjid Al Aqsa

LIMA negara Eropa menyerukan diakhirinya bentrokan di Jerusalem menyusul kekerasan pada akhir pekan di sekitar tempat suci. Hal itu disampaikan melalui sebuah pernyataan bersama setelah sidang darurat Dewan Keamanan PBB yang dilakukan secara tertutup. Uni Emirat Arab dan Tiongkok tidak ikut dalam pernyataan itu, meski termasuk di antara negara yang menyerukan pertemuan itu.

"Kekerasan harus segera dihentikan. Korban sipil lebih lanjut harus dicegah sebagai prioritas," bunyi pernyataan Irlandia, Prancis, Estonia, Norwegia dan Albania.

"Status quo tempat-tempat suci harus dihormati sepenuhnya," kata mereka.

Pertemuan itu terjadi setelah berhari-hari kekerasan di dalam dan sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa Jerusalem, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, 170 orang terluka pada akhir pekan.

Baca juga: Bentrokan di Al-Aqsa Jerusalem kembali Pecah, 20 Lebih Terluka

Lima negara Eropa tersebut mengutuk semua tindakan terorisme dan tembakan roket pada Senin dari Jalur Gaza ke Israel selatan. Angkatan Udara Israel pun menanggapinya, pada Selasa, dengan meluncurkan serangan di daerah kantong Palestina.

"Situasi keamanan yang memburuk menyoroti perlunya memulihkan cakrawala politik untuk proses perdamaian yang kredibel," kata pernyataan negara-negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland mengulangi seruannya untuk menghindari provokasi yang akan meningkatkan ketegangan Israel-Palestina. Sidang darurat Dewan Keamanan itu diminta oleh UEA, Norwegia, Prancis, Irlandia dan Tiongkok. (AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT