20 April 2022, 09:17 WIB

20 Ribu Tentara Bayaran Bergabung dengan Pasukan Rusia di Ukraina


Nur Aivanni | Internasional

AFP/Anatolii Stepanov
 AFP/Anatolii Stepanov
Personel militer Rusia yang menginvasi Ukraina.

SEBANYAK 20.000 tentara bayaran dari perusahaan militer swasta Rusia, Wagner Group, serta dari Suriah dan Libia bertempur bersama pasukan Moskow di Ukraina.

"Mengenai kemampuan mereka, itu infanteri. Mereka tidak memiliki kendaraan berat dan senjata. Ini jauh lebih infanteri," kata seorang pejabat Eropa kepada wartawan di Washington, yang berbicara dengan syarat anonim, Selasa(19/4).

"Orang-orang ini terutama digunakan sebagai massa melawan perlawanan Ukraina," kata pejabat itu.

Baca juga: AAYG Menentang Pengembangan Senjata Biologis AS di Ukraina

Dia menambahkan, dari sekitar 10.000 hingga 20.000 tentara bayaran yang ambil bagian dalam invasi itu, sulit untuk mengatakan berapa banyak yang berasal dari Wagner Group, yang dikatakan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan berapa banyak yang berasal dari Suriah dan Libia.

Pejabat itu mengatakan telah ada beberapa pemindahan pejuang dari Libia dan Suriah ke wilayah Donbas.

Pada akhir Maret, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan lebih dari 1.000 tentara bayaran dari Wagner Group kemungkinan akan mengambil bagian dalam pertempuran di Ukraina, termasuk para pemimpin senior organisasi tersebut.

Pejabat Eropa itu mengatakan, dalam empat sampai enam bulan perang mungkin akan menemui jalan buntu, dengan pasukan Rusia menguasai Lugansk, yang merupakan bagian dari Donbas, dan sebuah jembatan darat kecil di dalam Provinsi Zaporizhzhia di Ukraina selatan.

Pejabat itu juga memperkirakan, pada musim gugur tahun ini, negosiasi antara Rusia dan Ukraina dapat diselesaikan, yang akan mengakhiri perang sebelum musim dingin tiba. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT