13 April 2022, 14:43 WIB

Warga Pelanggar Lockdown Covid-19 Dikenai Hukuman di Shanghai


Nur Aivanni | Internasional

HECTOR RETAMAL / AFP
 HECTOR RETAMAL / AFP
Petugas dengan menggunakan alat pelindung diri bersiaga di gerbang masuk permukiman di Distrik Jing'an, Shanghai, Tiongkok, Selasa (12/4). 

KOTA Shanghai di Tiongkok, pada Rabu (13/4), memperingatkan bahwa siapa pun yang melanggar aturan penguncian covid-19 yang ketat akan ditindak secara tegas.

"Mereka yang melanggar ketentuan pemberitahuan ini akan ditindak sesuai dengan hukum oleh organ keamanan publik. Jika itu merupakan kejahatan, mereka akan diselidiki sesuai hukum," kata Departemen Kepolisian setempat dalam sebuah pernyataan yang sebelumnya menguraikan pembatasan di kota tersebut.

Pusat keuangan dan komersial itu berada di bawah tekanan besar untuk mencoba menahan wabah covid-19 terbesar di Tiongkok sejak virus korona pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan pada akhir 2019.

Polisi Shanghai juga melarang mobil berada di jalan selain mereka yang terlibat dalam pekerjaan pencegahan epidemi atau mengangkut orang yang membutuhkan perawatan medis darurat.

Baca juga: Longgarkan Pembatasan Covid-19, Shanghai Izinkan Sejumlah Penduduk Keluar Rumah

Mereka juga memperingatkan warga yang semakin frustrasi, jutaan di antaranya dikurung di rumah mereka dan berjuang untuk mendapatkan pasokan harian, untuk tidak menyebarkan informasi palsu atau memalsukan izin jalan atau sertifikat izin lainnya.

Dikatakan otoritas kota, Shanghai melaporkan 25.141 kasus baru virus korona tanpa gejala pada Selasa (12/4), naik dari 22.348 pada sehari sebelumnya, dan kasus bergejala juga melonjak menjadi 1.189 dari 994.

Langkah-langkah penanganan covid-19 di Shanghai, yang mencerminkan pendekatan ketat "nol-covid" Tiongokk yang bertujuan untuk menghilangkan rantai penularan, telah bergema di seluruh ekonomi global.

Para analis memperingatkan bahwa tindakan itu tidak hanya merugikan pariwisata dan perhotelan tetapi juga berdampak pada rantai pasokan lintas sektor.

"Penguncian yang meluas dan pembatasan nol-covid yang lebih ketat di beberapa kota di sekitar Shanghai telah menyebabkan gangguan pasokan yang signifikan dengan transportasi dan logistik di bawah tekanan berat," kata ekonom Barclays Bank Jian Chang dalam sebuah catatan.

Setidaknya 11 perusahaan Taiwan, sebagian besar membuat suku cadang untuk elektronik, mengatakan pada Rabu (13/4) bahwa mereka menangguhkan produksi karena gangguan dari kontrol covid-19 di Tiongkok. (Straits Times/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT