01 April 2022, 11:45 WIB

Trudeau tidak Ingin Putin Hadir di KTT G20


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/GONZALO FUENTES
 AFP/GONZALO FUENTES
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan PM Kanada Justin Trudeau dalam sebuah acara pada 11 November 2018.

PERDANA Menteri Kanada Justin Trudeau, Kamis (31/3), menyusul pemimpin negara Eropa lainnya dan mengatakan dirinya tidak menginginkan kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20 karena invasi Mooskow di Ukraina.

Trudeau mengaku telah mengungkapkan sikapnya itu kepada Presiden Joko Widodo, yang akan menjadi tuan rumah KTT, yang akan digelar pada November itu.

Menurut Trudeau, kehadiran Putin sulit diterima negara-negara Barat dan akan tidak produktif bagi G20.

Baca juga: Forum G20 Harus Menjawab Tantangan Malnutrisi Global

"Kehadirannya akan menjadi masalah besar bagi banyak negara, termasuk Kanada," tegas Trudeau kepada wartawan di Ottawa.

Trudeau mengatakan KTT G20 diadakan untuk membahas cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di dunia.

"Rusia dengan invasi ilegalnya ke Ukraina telah meredakan pertumbuhan ekonomi semua negara di dunia. Rusia tidak meungkin bisa menjadi rekan yang konstruktif untuk mengatasai krisis yang mereka ciptakan kala menginvasi Ukraina," jelas Trudeau.

"Intinya, kami tidak mungkin memnerima Vladimir Putin seperti biasa karena kondisinya tidak biasa dan semua itu adalah salah dia," lanjutnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendukung penolakan kehadiran Rusia di KTT G20 sementara Perdana Menteri Australia Scott Morrion meminta Putin dilarang hadir dalam KTT yang akan digelar di Bali itu.

Namun, Brasil dan Tiongkok menolak mendepak Rusia dari G20 sementara Indonesia menegaskan akan bersikap imparsial.

Pekan lalu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia mengatakan Putin bernecana menghadiri KTT G20 di Bali. Namun, hal itu membutuhkan persetujuan dari negara anggota G20. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT