30 March 2022, 09:38 WIB

Korsel Sebut Rudal Korut Modifikasi Stok Lama


 Cahya Mulyana | Internasional

Various sources / AFP
 Various sources / AFP
Kantor berita KCNA menayangkan video ujia coba rudal balistik antar-benua yang diklaim Korea Utara sebagai rudal Hwasongpho-17.

RUDAL balistik Antarbenua (ICBM) Korea Utara (Korut) yang diluncurkan pekan lalu diklaim Korea Selatan (Korsel) bukan senjata baru.

Alat utama sistem senjata yang dibanggakan Pyongyang dan mendarat di perairan Jepang itu diduga hasil modifikasi Hwasong-15, bukan Hwasong-17.

"Korsel dan intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa klaim Korut itu salah, bahwa itu sebenarnya Hwasong-15 (bukan Hwasong-17). Itu sebabnya kami menyimpulkan Korut sudah membuat klaim penipuan," kata Min Hong Chul, seorang anggota parlemen Korsel dari Partai Demokrat.

Menurut dia, Korsel dan AS melakukan analisis terhadap ICBM baru yang diberin nama Hwasong-17. Namun di lapangan, tim intelijen AS dan Korsel menemukan bukti-bukti ICBM tersebut merupakan stok lama Korut, Hwasong-15 yang diuji pada November 2017.

Baca juga: Ambisi Kim Jadikan Korut Negara Terkuat

"Ini diuji lagi dua minggu lalu dalam upaya yang gagal," katanya.

Sebelumnya Pyongyang mengklaim rudal yang diluncurkan pekan lalu merupakan Hwasong-17. Rudal tersebut terbang 671 mil pada ketinggian 3.852,5 mil.

Terlepas dari apakah rudal itu adalah tipe baru atau lama, analisis militer Korea Selatan dan Jepang mengkonfirmasi jarak tempuhnya meningkat cukup tinggi dan dilengkapi sistem teknologi terbaru. Kemampuan itu berpotensi mencapai New York atau Washington.

Anggota parlemen oposisi Korsel Ha Tae-keung menduka Korut sengaja mengklaim ICBM jenis terbaru untuk menutupi kegagalan uji coba ICBM sebelumnya yang gagal.

"Jadi untuk menebus kegagalan dan hilangnya kredibilitas kepada orang-orang, negara itu mungkin telah membesar-besarkan keberhasilan peluncuran terbaru, meningkatkannya ke jenis rudal baru," pungkasnya. (ABCNews/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT