29 March 2022, 11:52 WIB

Shanghai Dilanda Panic Buying karena Covid-19 Meningkat


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Warga antre belanja telur di Shanghai, Tiongkok, pada 28 Maret 2022.

SHANGHAI mencatat kenaikan tajam dalam kasus covid-19 pada Selasa (29/3/2022). Kecemasan menyebar di salah satu kota di Tiongkok yang berpenduduk sekitar 25 juta dan memicu panic buying di supermarket.

Jutaan orang mengalami penguncian hari kedua setelah pihak berwenang secara efektif membagi wilayah perkotaan terbesar di negara itu menjadi dua, dengan penduduk bagian timur kota diminta tetap berada di rumah mereka selama empat hari dan menjalani tes wajib.

Baca juga: 5.000 Orang Tewas di Kota Mariupol Ukraina

Tiongkok melaporkan 6.886 kasus domestik covid-19 secara nasional pada Selasa, dengan lebih dari 4.400 di antaranya terdeteksi di Shanghai. Kota tersebut sekarang menjadi pusat wabah covid-19 terburuk di negara itu sejak awal pandemi.

Gambar-gambar menunjukkan beberapa barang di supermarket di kota itu kosong.

"Setelah tidak dapat membeli bahan makanan apa pun pagi ini, saya kembali tidur, dan yang saya impikan hanyalah membeli makanan di supermarket," tulis seorang pengguna di platform Weibo mirip Twitter di Tiongkok.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa masyarakat saat ini akan khawatir membeli bahan makanan," ucapnya.

Dalam upaya untuk menjaga ekonomi Shanghai tetap berjalan, pihak berwenang telah menghindari penguncian keras yang secara teratur diterapkan di kota-kota Tiongkok lainnya, alih-alih memilih untuk melakukan pembatasan lokal.

Area yang dikunci pada Senin adalah distrik timur yang luas yang dikenal sebagai Pudong, yang mencakup bandara internasional utama dan pusat keuangan. Penguncian itu akan berlangsung hingga Jumat.

Kemudian, tindakan tersebut beralih ke bagian barat kota yang lebih padat penduduknya Puxi.

Baca juga: Merasa Tidak Sehat, Presiden Brasil Dirawat di Rumah Sakit

Bandara, stasiun kereta api, dan pelabuhan pengiriman internasional di kota itu tetap beroperasi, sementara produsen utama diizinkan untuk melanjutkan produksi setelah berhenti sebentar, lapor media pemerintah.

Tiongkok sebagian besar telah mengendalikan wabah virus selama dua tahun terakhir melalui langkah-langkah yang ketat termasuk penguncian massal kota dan provinsi bahkan untuk sejumlah kecil kasus. Tapi varian omikron telah terbukti lebih sulit untuk dihilangkan. (AFP/Nur/A-3)

BERITA TERKAIT