29 March 2022, 11:09 WIB

Merasa Tidak Sehat, Presiden Brasil Dirawat di Rumah Sakit


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
President Brasil Jair Bolsonaro (tengah).

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro dirawat di rumah sakit militer di Brasilia pada Senin untuk menjalani tes setelah merasa tidak sehat, lapor pers setempat.

Bolsonaro, 67, pernah ditikam di bagian perut selama kampanye pilpres 2018 yang membuatnya mengalami masalah kesehatan berulang.

Baca juga: Jatuh Sakit, Abramovich Diduga Diracun Putin

Dia tidak hadir dalam acara malam yang diselenggarakan oleh Partai Republik yang telah dijadwalkan untuk dia hadiri.

"Saya yakin presiden baik-baik saja, hanya beberapa pemeriksaan tambahan yang dia lakukan, itu sebabnya dia tidak ada di sini," kata ketua partai Marcos Pereira.

Ibu Negara Michelle Bolsonaro, yang menghadiri acara tersebut, mengatakan suaminya baik-baik saja. Menteri Komunikasi Fabio Faria pun melaporkan bahwa presiden hanya merasa tidak nyaman, menurut situs berita G1.

Bolsonaro akan bermalam di rumah sakit, kata publikasi itu.

AFP pun menghubungi layanan pers kepresidenan, tetapi tidak segera mendapat tanggapan terkait kabar tersebut.

Sementara itu Menteri Kebudayaan Mario Frias menulis di Twitter bahwa dia berdoa untuk kesehatan presiden.

Pada Januari, Bolsonaro dirawat di rumah sakit selama dua hari di Sao Paulo dengan usus yang tersumbat sebagian.

Presiden yang berkuasa sejak 2019 itu juga dirawat di rumah sakit pada pertengahan Juli dengan masalah yang sama. Dia dirawat selama empat hari meski tidak menjalani operasi.

Pada September 2018, sebulan sebelum putaran pertama Pemilihan Presiden Brasil, seorang penyerang menikam Bolsonaro di perut saat kampanye di negara bagian Minas Gerais, menusuk ususnya beberapa kali.

Baca juga: Perang Geng di El Savador 87 Tewas dalam Tiga Hari 

Bolsonaro kehilangan sekitar 40% darahnya dan menjalani operasi darurat akibat insiden tersebut, yang dilakukan oleh seorang pria yang kemudian dinyatakan tidak layak secara mental untuk diadili.

Akibat luka tusukan itu, pemimpin sayap kanan tersebut telah menjalani setidaknya empat operasi. Dia juga telah menjalani tindakan lain selama masa kepresidenannya, termasuk operasi untuk mengangkat batu ginjal. (AFP/Nur/A-3)

BERITA TERKAIT