28 March 2022, 08:45 WIB

Ambisi Kim Jadikan Korut Negara Terkuat


Cahya Mulyana | Internasional

AFP
 AFP
Presiden Korut Kim Jong Un saat melihat langsung pabrik rudal

KOREA Utara (Korut) berambisi menjadi salah satu negara dengan kemampuan senjata terkuat di dunia. Presiden Korut Kim Jong Un mengatakan teknologi pertahanan milik negaranya tidak akan dijual.

Itu ia sampaikan saat melihat langsung pabrik rudal di Korut pada Senin (28/3). Pada kesempatan itu Kim bertemu dengan pejabat, ilmuwan, teknisi dan pekerja yang berkontribusi pada peluncuran rudal Kamis lalu, rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru.

"Hanya ketika seseorang dilengkapi dengan kemampuan menyerang yang tangguh, kekuatan militer yang luar biasa yang tidak dapat dihentikan oleh siapa pun, seseorang dapat mencegah perang, menjamin keamanan negara dan menahan serta mengendalikan semua ancaman dan pemerasan oleh imperialis," tutur Kim.

Kim mengatakan ICBM baru itu untuk membantu mencegah setiap gerakan militer Amerika Serikat, yang secara nyata menakut-nakuti negara selama pascaperang di semenanjung Korea 1950-1953.

Sementara Washington telah berusaha untuk menekan Pyongyang agar menyerahkan atau mengurangi persenjataan senjata nuklir dan ICBM-nya. Alat utama sistem senjata Korut itu sewaktu-waktu dapat mengancam Amerika Serikat.

Namun Kim mengatakan ICBM milik negaranya tidak dapat ditukar atau dibeli dengan apa pun. Pihaknya berjanji akan terus menyempurnakan ICBM.

"Hingga menjadi kekuatan strategis yang lebih sempurna dan lebih kuat," kata Kim.

Baca juga: AS Serukan Sanksi Lebih Keras terhadap Korut di DK PBB

Amerika Serikat akan mendorong sanksi PBB terhadap Korea Utara yang baru atas uji coba ICBM terbarunya. Sebab tindakan tersebut masuk dalam kategori provokasi yang membahayakan.

Tetapi Tiongkok dan Rusia menilai langkah Korut itu hanya sebagai pengembang untuk melindungi teritorial Korut. Sementara Korut mengumumkan rudal yang diluncurkan pada Kamis pekan lalu merupakan Hwasong-17.

Berdasarkan data yang diungkap Jepang dan Korea Selatan ICBM tersebut memiliki kemampuan jelajah lebih lama dari jenis serupa yang diluncurkan sebelumnya.

Namun intelijen di Seoul dan Washington meenilai rudal yang diuji Pyongyang merupakan stok lama yakni Hwasong-15. (The Straits Times/OL-5)

BERITA TERKAIT