26 March 2022, 18:04 WIB

Raja Yordania Gelar Konsultasi dengan Pemimpin UEA, Mesir, Irak


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mohamed Al Hammadi/Kementerian Urusan Kepresidenan UEA.
 AFP/Mohamed Al Hammadi/Kementerian Urusan Kepresidenan UEA.
(Dari kiri) Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Raja Yordania Abdullah II, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan, PM Irak.

RAJA Yordania Abdullah II menyambut para pemimpin dari Mesir, Irak, dan Uni Emirat Arab pada Jumat (26/3) untuk pembicaraan konsultasi. Menurut televisi pemerintah, pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi di kota pelabuhan Laut Merah Aqaba merupakan konsultasi. 

Seorang sumber resmi yang meminta anonimitas mengatakan kepada AFP bahwa pertemuan konsultatif persaudaraan itu membahas perkembangan internasional dan regional baru-baru ini. Sumber itu tidak menjelaskan lebih lanjut.

Pernyataan dari pengadilan kerajaan mengatakan orang lain yang hadir termasuk Putra Mahkota Yordania Hussein dan Menteri Negara Saudi Pangeran Turki bin Mohammad bin Fahd bin Abdulaziz. Pertemuan itu terjadi hanya sehari sebelum Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dijadwalkan melakukan perjalanan ke Israel, Tepi Barat, Maroko, dan Aljazair untuk membahas perang Ukraina, hubungan Israel-Palestina, dan Iran.

Israel mengatakan akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak bersejarah mulai Minggu (27/3) dengan para diplomat top dari Amerika Serikat dan tiga negara Arab yang telah menormalkan hubungan yakni UEA, Bahrain, dan Maroko. 

Awal pekan ini, Mesir menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Israel dan UEA untuk pembicaraan tiga arah yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika invasi Rusia ke Ukraina mengguncang pasar energi dan makanan serta negara-negara besar beringsut menuju kesepakatan nuklir Iran yang dihidupkan kembali. KTT diadakan di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh antara Sisi, putra mahkota Abu Dhabi, dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. 

Baca juga: Pakar PBB Kecam Dunia Biarkan Israel Terapkan Sistem Apartheid

Analis Oraib al-Rantawi, kepala Pusat Studi Politik Al-Quds, mengatakan sebagian besar pihak dalam pertemuan Jumat di Yordania ialah sekutu bersejarah dan teman Washington tetapi terkait dengan Moskow melalui ikatan dan kepentingan yang dalam. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT