24 March 2022, 20:50 WIB

Jepang Tertimpa Rudal Balistik Antarbenua Milik Korut


Cahya Mulyana | Internasional

JO YONG HAK / South Korean Defence Ministry / AFP
 JO YONG HAK / South Korean Defence Ministry / AFP
Rudal milik Korea Selatan untuk merespon peluncuran rudal milik Korut.

JEPANG dan Korea Selatan (Korsel) mengaku berang terhadap Korea Utara (Korut) usai meluncurkan sebuah rudal balistik antarbenua (atau Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) yang mendarat di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Aksi provokasi itu menambahkan runyam keamanan dunia di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Tindakan yang dilakukan Pyongyang ini merupakan yang pertama sejak 2017 dan usai gagal pada beberapa pekan lalu. ICBM yang diluncurkan Korut ini diyakini model baru.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan uji coba ICBM oleh Korut merupak pelanggaran. Sebelumnya Presiden Korut Kim Jong Un berjanji kepada dunai tidak akan melakukannya.

"Uji coba ini merupakan pelanggaran atas janji penangguhan peluncuran ICBM seperti yang disampaikan Kim Jong Un kepada dunia," kata Moon.

Moon mengatakan tindakan gegabah Kim Jong Un mengancam stabilitas keamanan dunia, khususnya di kawasan semenanjung Korea. Tindakan yang bertentangan dengan resolusi PBB ini juga diminta untuk segera direspon dunia.

Baca juga: Presidensi G20, RI Enggan Ditarik dalam Konflik Rusia-Ukraina

Sementara itu, pemerintah Jepang turut menyesalkan tindakan Korut. Terlebih ICBM baru itu masuk wilayah ZEE Jepang.

"Pada saat dunia sedang menghadapi invasi Rusia ke Ukraina, Korea Utara terus maju dengan peluncuran yang secara sepihak memperburuk provokasi terhadap komunitas internasional," jelasnya.

Ia mengatakan ICBM tersebut mengudara dengan ketinggian 6.000 km dari Korut selama 71 menit hingga pukul 15.44 waktu setempat dan akhirnya jatuh di ZEE Jepang. Tepatnya di Laut Jepang 150 kilometer barat semenanjung Oshima Hokkaido.

Menurut dia, ICBM ini model baru karena daya jangkaunya lebih luas ketimbang ICBM Hwasong-15 yang diluncurkan pada November 2017. Pihaknya tengah menyelidiki kerusakan dari ICBM tersebut.

"Tindakan Korut itu merupakan ancaman serius dan tidak dapat dimaafkan," pungkasnya. (France24/OL-4)

BERITA TERKAIT