23 March 2022, 12:54 WIB

Knesset Israel Hadir di IPU, DPR RI Tegaskan Itu Bukan Kunjungan Resmi


Indriyani Astuti | Internasional

Ist/DPR
 Ist/DPR
Ketua Badan Kerja sama Antar Parlemen (BKSAP) Fadli Zon. 

KETUA Badan Kerja sama Antar Parlemen (BKSAP) Fadli Zon menjelaskan Indonesia tetap pada komitmen mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

Hal itu ia tegaskan merespons kehadiran parlemen Israel, Knesset, dalam sidang Inter-parliamentary Union (IPU) ke-144 yang digelar di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, yang digelar pada 20-24 Maret 2022.

"Delegasi yang terdiri dari anggota IPU 178, itu memang semua harus diundang. Ini salah satu bagian dari aturan IPU bahwa tidak boleh ada yang tidak diundang," ujar Fadli ketika ditemui di sela-sela acara, Rabu (23/3).

Indonesia untuk ketiga kalinya menjadi tuan rumah pelaksanaan IPU, Fadli menjelaskan negara tuan rumah wajib memberikan visa pada anggota delegasi yang hadir.

Meskipun, Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomasi dengan Israel. Kunjungan Isreal, tegasnya, bukan bersifat kenegaraan karena Indonesia menolak berhubungan dengan Israel.

Baca juga: Bertemu Parlemen Liga Arab dan Bahrain, Puan Tekankan Kepemimpinan Perempuan

"Tidak ada official visit, mungkin itu bagian dari upaya untuk menyampaikan ke kepentingan domestik mereka. Tetapi Indonesia tetap berkomitmen kita mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak normalisasi hubungan dengan agresor. Israel dalam hal ini," tegasnya.

Dalam situs pemberitaan The Cleveland Jewish News adalah surat kabar mingguan Yahudi yang berkantor di Amerika Serikat disebutkan anggota Knesset Israel Avi Dichter and Nira Shpak berada di Indonesia menghadiri Sidang IPU.

Disebutkan itu pertama kalinya parlemen Israel berkunjung ke negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik. Dicantumkan pula bahwa bendera Israel dipasang bersama dengan bendera 196 negara anggota IPU yang hadir.

Fadli mengatakan Israel hadir sebagai anggota delegasi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tidak mengadakan pertemuan secara resmi dengan parlemen Israel. Mereka hanya tergabung dalam komite di IPU.

"Tidak ada official visit. Kalau yang dimaksud dengan official visit sebagai delegasi IPU mungkin itu beda. Tetapi tidak ada kaitannya dengan Indonesia," tukasnya. (Ind/OL-09)

BERITA TERKAIT