22 March 2022, 20:44 WIB

Mesir Jamu Pemimpin UEA dan PM Israel di Resor Laut Merah


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Hamad Al-Kaabi/Kementerian Kepresidenan UEA.
 AFP/Hamad Al-Kaabi/Kementerian Kepresidenan UEA.
Putra Mahkota Abu Dhabi UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.

PRESIDEN Mesir Abdel Fattah al-Sisi menjadi tuan rumah pembicaraan pada Selasa (22/3) dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan penguasa de facto UEA, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed. Pertemuan itu berlangsung di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh.

Beberapa bahan diskusi mereka tentang, "Energi, stabilitas pasar, dan keamanan pangan," kata juru bicara kepresidenan Mesir, Bassam Radi. KTT tiga arah pertama dari jenisnya datang pada saat yang penting bagi Timur Tengah setelah invasi Rusia ke Ukraina sehingga memicu kekhawatiran tentang stabilitas dan membuat harga komoditas melonjak.

"Dengan latar belakang perkembangan terakhir di dunia dan kawasan, para pemimpin membahas hubungan antara ketiga negara dan cara untuk memperkuat mereka di semua tingkatan," kata pernyataan dari kantor Bennett. Bennet dan Sheikh Mohammed telah tiba di Mesir pada Senin (21/3).

Media Israel mengatakan para pemimpin juga akan membahas laporan bahwa Iran dan kekuatan Barat, termasuk Amerika Serikat, yang hampir mencapai kesepakatan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015. Bennett sangat menentang kesepakatan yang dirancang itu untuk mencegah musuh bebuyutan Israel, Iran, memperoleh bom atom--tujuan yang selalu dibantah oleh republik Islam itu.

Bennett juga melakukan perjalanan ke Sharm el-Sheikh pada September tahun lalu sebagai kunjungan pertama dalam lebih dari satu dekade oleh seorang perdana menteri Israel. Mesir ialah negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1979, setelah beberapa dekade permusuhan dan konflik.

Kantor berita resmi UEA, WAM, mengatakan pertemuan itu membahas cara-cara untuk meningkatkan hubungan antara ketiga negara. Ini juga membahas pentingnya kerja sama dan koordinasi untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan stabilitas di kawasan serta memperkuat keamanan energi global dan stabilitas pasar. Ketiga pemimpin juga, "Bertukar pandangan tentang sejumlah isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama dan perkembangan yang relevan," kata WAM. 

Baca juga: Mendadak, PM Israel Temui Presiden Mesir dan Pemimpin UEA

Sheikh Mohammed menjamu Bennett dalam kunjungan penting ke Abu Dhabi Desember lalu, lebih dari setahun setelah UEA menormalkan hubungan dengan Israel. Pada 2020, UEA menjadi negara Arab ketiga yang menjalin hubungan diplomatik di bawah serangkaian kesepakatan yang ditengahi AS yang dikenal sebagai Kesepakatan Abraham. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT