22 March 2022, 07:35 WIB

Indonesia Tawarkan Jalan Tengah Sikapi Konflik Rusia-Ukraina


Indriyani Astuti | Internasional

AFP
 AFP
Suasana di salah satu kota di Ukraina akibat Operasi Militer Khusus Rusia sejak 24 Februari 2022 ke Ukraina.

KETUA Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menekankan peran Indonesia sebagai tuan rumah Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144, yang menawarkan jalan tengah untuk konflik Rusia-Ukraina.

Ia mengatakan Indonesia menganut politik bebas aktif mengusulkan emergency item atau usulan agenda mendesak untuk dibahas dalam sidang parlemen sedunia. Indonesia ingin parlemen menjembatani perdamaian Rusia-Ukraina.

" Kami mengusulkan Emergency Item yang isinya antara lain menawarkan jalan tengah, pendekatan diplomasi yang melibatkan peran parlemen dalam mengatasi konflik Rusia-Ukraina,” ujarnya, seusai pertemuan, Senin (21/3).

Beberapa poin penting yang diusulkan Indonesia yakni jalan tengah untuk mengatasi konflik dan peran parlemen membahas solusi damai lewat dialog dan diplomasi.

Fadli menekankan seluruh negara harus menjunjung prinsip Piagam PBB, hukum internasional dan penghormatan atas kedaulatan dan keutuhan. Sementara itu keselamatan masyarakat sipil di Ukraina harus mendapatkan prioritas melalui aksi kemanusiaan.

Lalu, Indonesia turut merekomendasikan adanya komite khusus atau task force menangani konflik Rusia- Ukraina. Pada sidang itu, Serlandia Baru juga mengajukan usulan dan memperoleh dukungan mayoritas parlemen anggota IPU. Selain itu, Ukraina juga mengajukan usulan namun kemudian dicabut.

Secara kronologis, kata Fadli, subtansi yang diusulkan Serlandia Baru merupakan gabungan dari usulan Indonesia dan Ukraina.

“Dengan diterima sebagian usulan Indonesia dalam Emergency Item dari Serlandia Baru yang selanjutnya akan dibahas dalam komite untuk disusun. Indonesia berhasil menawarkan perspektif jalan tengah untuk menyikapi konflik Rusia-Ukraina dari sisi parlemen sesuai dengah konteks historis IPU sebagai lembaga yang mendorong dan menfasilitasi solusi damai melalui dialog dalam resolusi konflik,” tutup Fadli. (OL-13)

Baca Juga: Kremlin Sebut Embargo Minyak Rusia Berdampak Pada Kesimbangan Pasokan di Eropa

BERITA TERKAIT