20 March 2022, 13:50 WIB

Korea Utara Tembakkan Sejumlah Peluncur Roket


Nur Aivanni | Internasional

Jung Yeon-je / AFP
 Jung Yeon-je / AFP
Warga menonton monitor televisi yang menayangkan uji coba rudal Korea Utara di stasiun kereta di Seoul, Korsel, pada Rabu (16/3).

KOREA Selatan mengatakan bahwa Korea Utara menembakkan beberapa peluncur roket pada hari Minggu (20/3).

Peluncuran roket kali ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian provokasi oleh negara bersenjata nuklir itu untuk meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Pyongyang meluncurkan serangkaian persenjataan terlarang tahun ini dan menguji apa yang diklaimnya sebagai komponen "satelit pengintai" - meskipun Seoul dan Washington telah menggambarkannya sebagai sistem ICBM (intercontinental ballistic missile) atau rudal balistik antar-benua baru.

"Ada tembakan yang diduga dari beberapa peluncur roket Korea Utara pagi ini," kata Kepala Staf Gabungan dalam pesan teks kepada wartawan.

"Militer kami menjaga kesiapan pertahanan kami sambil mengikuti perkembangan terkait," tambahnya, tanpa rincian lebih lanjut.

Baca juga: Uji Coba Rudal Diduga Gagal, Korea Utara Bungkam

Empat tembakan ditembakkan ke perairan barat selama rentang waktu satu jam dari pukul 07:20 dari lokasi yang tidak ditentukan di Provinsi Pyongan Selatan, lapor kantor berita Yonhap yang mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Maksud penembakan tersebut, tambah laporan itu, sedang dievaluasi.

Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat dan menyerukan postur kesiapan yang ketat untuk mencegah kekosongan keamanan selama masa transisi pemerintah, menurut pernyataan dari Gedung Biru, istana kepresidenan Korea Selatan.

Presiden terpilih Yoon Suk-yeol akan dilantik pada 10 Mei setelah memenangkan pemilu pada 9 Maret 2022 lalu.

Pyongyang telah lama memiliki kemampuan untuk menghancurkan Seoul - yang hanya berjarak sekitar 60 kilometer (40 mil) dari perbatasan - dengan tembakan artileri.

AS menempatkan 28.500 tentara di Korea Selatan, sekutu keamanannya, untuk melindunginya dari tetangganya yang bersenjata nuklir itu. Banyak dari tentara tersebut berbasis di selatan Seoul di Kamp Humphreys di Pyeongtaek - fasilitas militer luar negeri terbesarnya.

Penembakan pada Minggu (20/3) tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik yang diduga gagal. Menurut para analis, uji coba itu bisa jadi rudal balistik antarbenua yang baru.

AS dan Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara sedang bersiap untuk menembakkan ICBM dengan jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017. Itu kemungkinan menyamar sebagai peluncuran luar angkasa. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT