19 March 2022, 10:45 WIB

Rusia Hancurkan Jalur Logistik, Ancam Krisis Pangan


Cahya Mulyana | Internasional

dok.AFP
 dok.AFP
Foto satelit merekam pergerakan tentara Rusia ke wilayah Ukraina dan memutus jalur logistik.

SERANGAN tentara Rusia membuat sopir angkutan barang berhenti bekerja dengan alasan keselamatan. Akibatnya ketersediaan gandum untuk pasar dunia menipis yang berujung kenaikan harganya.

Kondisi ini mengerek angka kelaparan di sejumlah negara. Sebab gandum yang dihasilkan Ukraina dibutuhkan sejumlah negara.

"Rantai pasokan makanan Ukraina berantakan. Pergerakan barang melambat karena ketidakamanan sehingga para pengemudi angkutan barang mogok," papar Jakob Kern, Koordinator Darurat untuk Krisis di Organisasi Pangan Dunia (WFP) PBB.

Ia mengatakan invasi Rusia di lumbung gandum dunia ini bisa mendongkrak krisis pangan. Sejauh ini, penyerangan tentara Moskow membuat harga gandum naik tajam.

Serangan Rusia terus dilancarkan secara intensif di kota-kota Ukraina bagian timur, terutama Chernihiv, Sumy, Kharkiv dan Mariupol. Salah satu korban keganasan pasukan Vladimir Putin Jimmy Hill, 68, warga negara Amerika Serikat.

Jimmy bekerja di Ukraina sebagai dosen namun meregang nyawa usai ditembak pasukan Rusia di Chernihiv. Kala itu Jimmy tengah mencari roti untuk rekannya yang mengalami luka-luka.

Dia ditembak mati oleh penembak jitu Rusia saat mengantre di toko roti. Dalam posting terakhir di Facebook, ia mengatakan "hujan bom masih deras! Tapi kami masih hidup. Makanan terbatas. Kamar sangat dingin."

Rudal juga membuat kawah besar di perumahan elit Kyiv. Setidaknya satu orang tewas dan 19 lainnya luka-luka.

"Ini adalah kejahatan perang oleh Putin," kata Wali Kota Kyiv Lyudmila Nikolaenko. (Straits Times/OL-13)

Baca Juga: WHO Minta Dunia Tarik Rem Darurat

BERITA TERKAIT