18 March 2022, 21:20 WIB

Iran Katakan Hadir di Suriah untuk Bantu Perangi ISIS


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/SANA.
 AFP/SANA.
Bangunan yang rusak setelah serangan rudal Israel sebelum fajar di dekat ibu kota Damaskus.

MENANGGAPI pembunuhan dua penasihat Iran oleh tangan rezim Israel di Suriah, Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi mengatakan Republik Islam berhak membela diri terhadap tindakan kriminal Israel. Kehadiran Iran di Suriah juga untuk membantu memerangi ISIS.

Seperti diketahui, dua penasihat yang diidentifikasi sebagai Kolonel Ehsan Karbalayi-Poor dan Kolonel Morteza Saeed-Nezhad kehilangan nyawa dalam serangan rudal oleh rezim Israel di pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus, pada Senin (7/3). 

Republik Islam Iran memiliki hak yang melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk menanggapi tindakan kriminal tersebut kapan pun dianggap tepat. Itu ditulis Takht-Ravanchi dalam surat kepada Presiden Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB pada Kamis (10/3).

"Perlu dicatat bahwa pasukan penasehat Iran hadir di Suriah atas permintaan resmi pemerintah Suriah dan undangan untuk memberikan layanan penasihat untuk membantu pasukan militer Suriah memerangi terorisme, khususnya kelompok teroris ISIS," kata duta besar sebagaimana dikutip dari Tehran Times.

Baca juga: Cucu Mandela Salahkan Israel atas Invasi Rusia ke Ukraina

Iran telah memainkan peran penasihat di Suriah atas permintaan negara itu dengan tujuan membantunya menyingkirkan gerilyawan dukungan asing yang memerangi pemerintah Suriah sejak 2011. Patut dikatakan bahwa peran penasihat seperti itu oleh Iran membantu melemahkan kegiatan kelompok teroris Daesh (ISIS) di Suriah.

"Iran menganggap serangan teroris Israel baru-baru ini sebagai tindakan yang sangat provokatif dan disengaja yang dimaksudkan untuk meningkatkan ketegangan ke tingkat yang tidak terkendali dan mengganggu koordinasi di antara mereka yang memerangi terorisme di kawasan itu, khususnya ISIS," duta besar itu memperingatkan.

"Tindakan provokatif dan kriminal ini melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta memerlukan tanggung jawab pidana untuk rezim Israel dan semua yang membantu, bersekongkol, atau membantu dan mendukung persiapan atau pelaksanaan tindakan teroris ini dengan cara apa pun, secara langsung atau tidak langsung," kata diplomat top Iran untuk PBB.

"Masyarakat internasional pada umumnya dan Dewan Keamanan, khususnya, harus dengan tegas mengutuk tindakan provokatif dan kriminal seperti itu dan meminta pertanggungjawaban rezim Israel atas tindakan melanggar hukumnya yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," tambah duta besar Iran untuk PBB. 

Baca juga: Iran Klaim Serangan ke Pusat Strategis Israel di Irak

Iran telah lama berada di garis depan perang melawan terorisme dan ekstremisme dan bertekad, imbuhnya, sesuai dengan hak dan kewajibannya di bawah hukum internasional, untuk melanjutkan perang melawan organisasi teroris di kawasan itu sampai mereka benar-benar diberantas. (OL-14)

BERITA TERKAIT