09 March 2022, 21:26 WIB

Pelaku Bom Bunuh Diri Masjid Syiah Pakistan ialah Warga Afghanistan


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Abdul Majeed.
 AFP/Abdul Majeed.
Muslim Syiah ambil bagian dalam protes terhadap serangan bom bunuh diri baru-baru ini di masjid Syiah, Peshawar, Pakistan.

PELAKU pengeboman bunuh diri dari ISIS yang menewaskan 64 orang di suatu masjid Syiah di Pakistan barat laut pekan lalu ialah seorang pengasingan Afghanistan yang kembali ke negaranya untuk melatih serangan itu. Ini dikatakan polisi Pakistan, Rabu (9/3).

Ada peringatan bahwa Afghanistan bisa menjadi tempat perekrutan dan pos pementasan bagi gerilyawan sejak Taliban kembali berkuasa tahun lalu menyusul penarikan pasukan pimpinan AS secara tergesa-gesa. Taliban telah berjanji mereka tidak akan membiarkan tanah Afghanistan digunakan untuk merencanakan serangan terhadap negara lain, tetapi bulan lalu Dewan Keamanan PBB mengatakan kelompok teroris menikmati kebebasan yang lebih besar di sana daripada kapan pun dalam sejarah baru-baru ini.

Dua pejabat senior polisi Pakistan mengatakan kepada AFP bahwa pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas ledakan Peshawar pada Jumat lalu telah mempersiapkan serangan di Afghanistan. Serangan itu diklaim oleh cabang ISIS di Khorasan yang aktif selama bertahun-tahun di Pakistan dan Afghanistan.

Para pejabat mengatakan penyerang ialah warga negara Afghanistan berusia 30-an yang pindah ke Pakistan bersama keluarganya beberapa dekade lalu. "Pengebom pergi ke Afghanistan, berlatih di sana, dan kembali tanpa memberi tahu keluarganya," kata salah satu pejabat senior polisi kepada AFP.

"ISIS-Khorasan menjadi ancaman kuat bagi kami. Mereka beroperasi dari Afghanistan tetapi mereka memiliki sel-sel tidur di sini," tambahnya. 

Pejabat Taliban tidak segera menanggapi permintaan komentar. Polisi mengatakan mereka telah membunuh tiga fasilitator serangan dalam operasi semalam dan menangkap 20 lainnya yang dicurigai terlibat. 

ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas peristiwa yang dikatakannya sebagai ledakan bunuh diri pada Selasa yang menewaskan tujuh tentara paramiliter di dekat Pakistan barat daya tempat presiden berkunjung kurang dari setengah jam sebelumnya. Sejak Taliban kembali berkuasa, Islamabad telah bertindak sebagai perantara utama antara kelompok garis keras dan komunitas internasional.

Baca juga: ISIS Klaim Pengeboman Masjid Syiah di Pakistan

Pakistan ialah salah satu dari hanya tiga negara yang secara resmi mengakui rezim pertama mereka dari 1996 hingga 2001. Taliban versinya sendiri, Tehreek-e-Taliban Pakistan, juga telah melancarkan serangan dari tempat persembunyian di Afghanistan, menguji hubungan diplomatik mereka saat ini. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT