28 February 2022, 21:06 WIB

Dituding Korsel Luncurkan Rudal, Korut: Uji Coba Satelit Pengintai


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Sejumlah warga menyaksikan siaran terkait peluncuran rudal oleh Korea Utara.

KOREA Utara mengklaim telah melakukan uji coba untuk pengembangan satelit pengintai. Namun, Korea Selatan menduga langkah itu sebagai peluncuran rudal balistik.

Uji coba pada Minggu waktu setempat, dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Korea Utara dapat menembakkan roket jarak jauh. Dalam hal ini, dengan menyamar sebagai peluncuran satelit. Serta, melakukan tindakan provokatif lainnya, menyusul ancaman terselubung bulan lalu.

Diketahui, Korea Utara menangguhkan moratorium sukarela atas uji coba nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).  "Administrasi Pengembangan Kedirgantaraan Nasional (NADA) DPRK dan Akademi Ilmu Pertahanan melakukan uji coba penting pada Minggu kemarin, di bawah rencana pengembangan satelit pengintai," bunyi keterangan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). 

Baca juga: Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Balistik

"Uji coba itu membantu mengonfirmasi karakteristik dan akurasi kerja sistem pemotretan definisi tinggi. Sistem transmisi data dan perangkat kontrol sikap," tambah KCNA. 

Militer Korea Selatan menyebut Korea Utara telah menembakkan rudal balistik ke arah Laut Timur pada Minggu pagi. Langkah itu merupakan unjuk kekuatan Korea Utara yang kedelapan pada tahun ini. 

Baca juga: Tiongkok Minta AS Lebih Fleksibel pada Korea Utara

Diluncurkan dari sekitar wilayah Sunan di Pyongyang, rudal itu terbang sekitar 300 kilometer (km) di ketinggian 620 km. "Pemerintah akan menilai implikasi dari peluncuran rudal terbaru. Berdasarkan analisis mendalam dari spesifikasinya, sambil memperhatikan klaim Korea Utara," tutur Lee Jong-joo, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea.

Pengembangan satelit pengintai adalah salah satu proyek pertahanan utama, yang diungkapkan Korea Utara dalam kongres besar Partai Buruh pada Januari 2021. Beberapa pengamat melihat uji coba pada Minggu kemarin, sebagai awal yang tidak menyenangkan untuk persiapan uji roket jarak jauh.(YonhapNewsAgency/OL-11)

 

BERITA TERKAIT