22 February 2022, 09:30 WIB

Peluncuran Media Sosial Milik Trump Diwarnai Glitch


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Stefani Reynolds
 AFP/Stefani Reynolds
Aplikasi media sosial yang diluncurkan Donald Trump, Truth Social

MEDIA sosial milik Donald Trump telah mulai diluncurkan secara bertahap namun ribuan calon penggunanya harus menghadapi berbagai masalah atau glitches atau ditempatkan di daftar tunggu, yang disebut aplikasi itu terjadi karena pemrintaan yang sangat besar.

CEO Trump Media & Technology Group (TMTG) Devin Nunes mengatakan aplikasi yang diberi nama Truth Social itu akan beroperasi penuh pada akhir Maret mendatang, TMTG adalah perusahaan induk aplikasi baru itu.

Pada Senin (21/2) pagi, Truth Social memuncaki daftar aplikasi yang paling banyak diunduh di Apps Store Amerika Serikat (AS), mengalahkan Tiktok, Youtube, dan Instagram.

Baca juga: Diblokir di Medsos, Donald Trump Luncurkan Aplikasi Sendiri

Namun, upaya pengunduhan aplikasi itu diwarnai dengan rasa frustasi. Beberapa calon pengguna mendapatkan pesan, "Something went wrong. Please try again."

Seorang wartawan AFP yang berhasil menunduh aplikasi itu menerima pesan ucapan terima kasih namun juga pesan bahwa dirinya ditempatkan di dalam daftar tunggu.

"Kami mencintai Anda dan Anda bukan hanya sekadar angka bagi kami. Namun, saat ini Anda berada di daftar tunggu dengan nomor antrean #170.174."

Trump berharap Truth Social bisa menjadi corong barunya setelah tahun lalu Facebook, Twitter, dan Youtube memblokir dirinya. Pasalnya, tokoh partai Republik itu berencana mencalonkan diri lagi di pemilu 2024.

Para media sosial itu menghukum Trump terkait serangan ke Gedung Capitol pada 6 januari 2021. Trump dituding menggunakan media sosial untuk memprovokasi para pendukungnya untuk menggunakan kekuatan untuk membatalkan hasil pemilu 2020.

Sebelum diblokir, Trump memiliki 89 juta follower di Twitter dan menadikan media sosial itu sebagai corong utamanya baik untuk pernyataan resmi sebagai presiden AS maupun kala menyerang lawan politiknya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT