13 February 2022, 09:30 WIB

Australia Evakuasi Staf Kedutaan di Ukraina


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Perdana Menteri Scott Morrison 

PEMERINTAH Australia telah mengarahkan semua staf kedutaan yang tersisa di Kyiv untuk mengungsi. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison pada Minggu (13/2), ketika Rusia terus membangun pasukan di perbatasannya dengan Ukraina.

Evakuasi itu menyusul pengumuman serupa dari Amerika Serikat dan Kanada, dan terjadi setelah hiruk-pikuk diplomasi telepon gagal meredakan ketegangan regional yang meningkat pada Sabtu.

Rusia hampir mengepung tetangganya tersebut dengan lebih dari 100.000 tentara.

Ketegangan meningkat setelah Washington memperingatkan bahwa invasi habis-habisan dapat dimulai kapan saja dan Rusia meluncurkan latihan angkatan laut terbesarnya dalam beberapa tahun melintasi Laut Hitam.

Morrison mengatakan Australia akan mengalihkan operasinya ke Lviv, sebuah kota yang dekat dengan perbatasan Ukraina dengan Polandia yang berjarak sekitar 540 kilometer (336 mil) timur Kyiv.

Dia mengatakan tiga staf yang tersisa di Kyiv telah mendukung banyak warga Australia di Ukraina, banyak dari mereka adalah warga negara ganda.

"Situasinya, seperti yang Anda semua dengar, memburuk, dan mencapai tahap yang sangat berbahaya," katanya.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengulangi seruan agar warga Australia segera meninggalkan Ukraina, dengan memperingatkan bahwa kondisi keamanan bisa berubah dalam waktu singkat. (AFP/OL-13)

Baca Juga: PBB Catat Israel Bongkar 53 Bangunan Palestina dalam Dua Minggu

BERITA TERKAIT