02 February 2022, 19:28 WIB

AS Kirim Kapal Perang dan Jet Tempur ke UEA setelah Serangan Houthi


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Kantor Informasi Angkatan Laut AS.
 AFP/Kantor Informasi Angkatan Laut AS.
Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Cole.

AMERIKA Serikat akan mengirim kapal perang dan jet tempur untuk membantu Uni Emirat Arab. Ini dilakuka setelah serangkaian serangan rudal oleh pemberontak Yaman menewaskan tiga orang di negara Teluk yang kaya itu.

"Pengerahan itu untuk membantu UEA melawan ancaman saat ini setelah panggilan telepon antara Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan," kata kedutaan AS di UEA, Rabu (2/2). UEA, bagian dari koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran dan pusat keuangan utama, mengalami serangan rudal ketiga dalam beberapa minggu berturut-turut pada Senin.

Sebagai bagian dari komitmen baru, kapal perusak peluru kendali USS Cole akan bermitra dengan Angkatan Laut UEA dan melakukan kunjungan pelabuhan di Abu Dhabi. AS juga akan mengerahkan pesawat tempur generasi kelima.

"Tindakan lain termasuk terus memberikan peringatan dini intelijen (dan) berkolaborasi dalam pertahanan udara," kata kedutaan. USS Cole, saat ini berada di pelabuhan Bahrain, terkena bom Al-Qaeda di pelabuhan Aden Yaman pada Oktober 2000 yang menewaskan 17 pelaut.

Austin dan putra mahkota membahas serangan Houthi baru-baru ini terhadap UEA yang menyebabkan korban sipil serta mengancam angkatan bersenjata AS dan Emirat yang ditempatkan di pangkalan udara Al Dhafra. Serangan pemberontak di UEA telah menambahkan dimensi baru terhadap perang tujuh tahun Yaman yang menewaskan ratusan ribu orang secara langsung atau tidak langsung dan membuat jutaan orang mengungsi.

Baca juga: UEA Cegat Rudal Pemberontak Yaman saat Kunjungan Presiden Israel

Tiga pekerja asing tewas dalam serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak dan bandara Abu Dhabi pada 17 Januari. Ini memicu serangan udara mematikan sebagai pembalasan.

Pada 24 Januari, pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan udara Al Dhafra Abu Dhabi menembakkan pencegat Patriot dan bergegas ke bunker ketika dua rudal balistik ditembak jatuh di atas kota. Pada Senin, serangan rudal ketiga digagalkan selama kunjungan ke UEA oleh Presiden Israel Isaac Herzog.

Sinyal jelas

AS, sekutu setia Saudi dan UEA, bermaksud pengerahan itu menjadi sinyal yang jelas bahwa Amerika Serikat mendukung UEA sebagai mitra strategis lama, kata kedutaan. Presiden Joe Biden menarik dukungan AS untuk intervensi yang dipimpin Saudi di Yaman setelah menjabat awal tahun lalu. Ini membalikkan kebijakan pendahulunya dalam memberikan bantuan logistik.

Namun, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada November persetujuan penjualan rudal udara-ke-udara senilai US$650 juta ke Arab Saudi untuk membantu negara itu melindungi diri dari serangan pesawat tak berawak Houthi. Paket senjata AS senilai US$23 miliar ke UEA, termasuk jet tempur F-35, belum diselesaikan. UEA mengancam akan membatalkan kesepakatan karena persyaratan yang ketat.

Baca juga: Badan Bantuan MSF Kecam Koalisi Saudi Serang Penjara Yaman

Serangan pemberontak telah meningkatkan ketegangan Teluk pada saat pembicaraan internasional mengenai program nuklir Iran tersendat dan mendorong harga minyak ke level tertinggi tujuh tahun. Mereka mulai setelah serangkaian kekalahan di Yaman oleh milisi Brigade Raksasa yang dilatih UEA. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT