18 January 2022, 20:57 WIB

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Butuh Rp23 Triliun


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mahmud Hams.
 AFP/Mahmud Hams.
Murid-murid sekolah UNRWA Palestina menaiki bagian belakang truk sekolah di jalan yang banjir saat hujan lebat di Kota Gaza, Sabtu (15/1). 

BADAN PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengumumkan permohonan dana sekitar US$1,6 miliar atau sekitar Rp23 triliun, Selasa (18/1), untuk membantu mengatasi kekurangan anggaran yang kronis. Itu menjadi yang terbaru dari serangkaian peringatan UNRWA tentang kemungkinan pemotongan besar-besaran jika komunitas internasional gagal memberikan lebih banyak dukungan.

"Kekurangan anggaran lembaga yang kronis mengancam mata pencaharian dan kesejahteraan para pengungsi Palestina yang dilayani UNRWA dan menimbulkan ancaman serius terhadap kemampuan badan tersebut untuk mempertahankan layanan," kata kepala badan tersebut Philippe Lazzarini dalam pernyataannya.

Pendanaan UNRWA mengalami tekanan pada 2018 ketika mantan Presiden AS Donald Trump memotong dukungan kepada badan tersebut. Pemerintahannya mengecap UNRWA sebagai cacat yang tidak dapat ditebus. Ia berpihak pada kritik Israel terhadap badan yang didirikan pada 1949 itu alias setahun setelah pembentukan Israel.

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah memulihkan beberapa dukungan, tetapi UNRWA mengatakan masih berjuang. Pada November, ia memperingatkan pihaknya menghadapi ancaman eksistensial atas kesenjangan anggaran.

Baca juga: Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina yang Ingin Menikam

Badan tersebut memiliki 28.000 staf dan menyediakan layanan seperti pendidikan dan perawatan kesehatan kepada lebih dari lima juta warga Palestina yang terdaftar di wilayah Palestina. Ini termasuk Jerusalem timur yang dicaplok Israel, Yordania, Libanon, dan Suriah. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT