13 January 2022, 16:16 WIB

Serangan Rusia di Suriah Tewaskan 11 Anggota ISIS


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Delil Souleiman.
 AFP/Delil Souleiman.
Kendaraan militer Turki dan Rusia berpatroli di desa Rumaylan, Provinsi Hasakeh timur laut Suriah dekat perbatasan Turki, 16 September 2021.

SERANGAN udara Rusia di daerah gurun, Suriah timur, menewaskan 11 anggota kelompok Negara Islam (ISIS). Ini disampaikan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang memantau korban dari konflik setempat yang telah berlangsung selama satu dekade, Kamis (13/1).

Serangan semalam difokuskan di daerah antara Palmyra dan Al-Sukhna. "Anggota organisasi jihad bersembunyi di gua-gua di daerah ini," kata Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman.

Serangan itu menewaskan 11 pejuang ISIS dan melukai sekitar 20 lain. Beberapa di antaranya luka serius.

Abdel Rahman mengatakan dia telah menghitung total 229 serangan udara Rusia terhadap sasaran di gurun Suriah tahun ini. Serangan hari ini tergolong paling mematikan dari jenisnya sejak November, ketika Observatorium melaporkan 16 orang tewas dalam barisan jihadis.

Kekhalifahan yang dideklarasikan oleh kelompok ISIS pernah membentang di sebagian besar wilayah Suriah dan Irak dan mengatur jutaan penduduk. Perlawanan militer yang panjang dan mematikan dan dipimpin oleh pasukan Suriah dan Irak dengan dukungan dari Amerika Serikat dan kekuatan lain akhirnya mengalahkan ISIS pada Maret 2019.

Sisa-sisa ISIS sebagian besar kembali ke tempat persembunyian di gurun. Mereka terus mengganggu pemerintah Suriah dan pasukan sekutu.

Baca juga: Yahudi Ultraortodoks Israel Diguncang Tuduhan Pelecehan Seksual terhadap Tokohnya

Kelompok itu diperkirakan berusaha mengamankan sumber pendanaan melalui perdagangan dan pemerasan. Sejumlah pengamat memperingatkan kebangkitan ISIS di wilayah tersebut. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT