10 January 2022, 17:35 WIB

Hampir 8.000 Orang Ditangkap Usai Kerusuhan Mematikan di Kazakhstan


 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

Alexandr BOGDANOV / AFP
 Alexandr BOGDANOV / AFP
Kendaraan krane membawa kendaraan yang hangus terbakar akibat kerusuhan di Kota Almaty, Kazakhstan, Senin (10/1). 

HAMPIR 8.000 orang telah ditahan di Kazakhstan setelah kerusuhan bersejarah yang menewaskan puluhan orang.

"Hingga 10 Januari, 7.939 orang telah ditahan," kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan pada Senin (10/1), yang mencatat bahwa beberapa cabang dinas keamanan telah terlibat dalam penahanan tersebut.

Kazakhstan pada Senin (10/1) merayakan hari berkabung nasional setelah kerusuhan terburuk dalam sejarah kemerdekaan republik itu.

Komite Keamanan Nasional Kazakhstan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negara itu, termasuk fasilitas pemerintah dan militer, sepenuhnya berada di bawah kendali dinas keamanan.

"Area di mana gerilyawan dan perusuh mungkin bersembunyi sedang dibersihkan. Bukti kegiatan kriminal sedang dikumpulkan dan dicatat," kata pernyataan itu.

Kazakhstan membingkai kekerasan sebagai serangan oleh kelompok teroris dan mengkritik liputan media asing tentang peristiwa tersebut, yang dimulai dengan protes atas kenaikan harga bahan bakar di bagian barat negara itu pada awal bulan.

Selama kerusuhan, aliansi militer CSTO yang dipimpin Moskow mengirim detasemen 2.500 tentara ke negara itu menyusul permintaan dari Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

Para pemimpin negara-negara CSTO, aliansi negara-negara bekas Soviet, dijadwalkan bertemu melalui tautan video pada hari Senin (10/1), termasuk dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Aiw/France24/OL-09)

BERITA TERKAIT