04 January 2022, 08:10 WIB

Pejabat Uni Eropa akan Kunjungi Garis Depan Ukraina


mediaindonesia.com | Internasional

Jean-Francois Badias / POOL / AFP
 Jean-Francois Badias / POOL / AFP
Kepala Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Josep Borrell. 

KEPALA Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Josep Borrell akan mengunjungi garis depan Ukraina pada pekan ini guna menunjukkan dukungan untuk Kiev dalam menghadapi penumpukan pasukan militer Moskow di perbatasannya.

Ketegangan meningkat dalam beberapa bulan terakhir saat Barat memperingatkan bahwa Moskow dapat merencanakan invasi skala penuh ke negara tetangganya setelah mengerahkan sekitar 100.000 tentara di perbatasan.

Pejabat tinggi dari Amerika Serikat (AS) dan Rusia akan mengadakan pembicaraan mengenai krisis selama dua hari di Jenewa mulai Minggu setelah Kremlin mengeluarkan serangkaian tuntutan ke Washington.

Borrell, yang akan bertemu dengan pejabat Ukraina di Kyiv selama kunjungannya dari Selasa hingga Kamis, menegaskan bahwa "setiap diskusi tentang keamanan Eropa harus dilakukan dalam koordinasi dan partisipasi UE.”

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah berusaha untuk meyakinkan sekutu Eropa bahwa mereka ia akan bertindak bersama-sama dengan mereka, menolak saran bahwa mereka dapat mengupayakan kesepakatan gaya Perang Dingin yang mempengaruhi Eropa tanpa partisipasinya.

Dalam panggilan terakhirnya, Menteri Luar Negeri Antony Blinke berbicara bersama melalui telepon dengan para menteri luar negeri Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania dan Slovakia serta secara terpisah dengan mitranya dari Turki.

“Blinken menekankan komitmen AS untuk melanjutkan konsultasi dan koordinasi erat dengan semua sekutu dan mitra transatlantik kami saat kami bekerja menuju de-eskalasi melalui pencegahan, pertahanan dan dialog," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Borrell dalam perjalanannya akan mengunjungi jalur kontak di mana angkatan bersenjata Ukraina berhadapan dengan separatis yang didukung Rusia.

Rusia merebut semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014 dan dituduh mengobarkan konflik berdarah di timur negara itu yang telah menewaskan lebih dari 13.000 orang.

Moskow menegaskan bahwa aliansi militer pimpinan AS NATO harus mengesampingkan pemberian keanggotaan untuk bekas Uni Soviet Ukraina dan memutar kembali pasukannya di dekat perbatasan Rusia.

Barat telah menolak apa yang disebutnya tawaran Moskow untuk mendikte masa depan sekutu independen dan mengancam Moskow dengan biaya mahal jika meluncurkan serangan baru ke Ukraina. (Aiw/France24/OL-09)

BERITA TERKAIT