02 January 2022, 15:25 WIB

Orang tidak Dikenal dari Korsel Membelot ke Korea Utara


Nur Aivanni | Internasional

AFP.
 AFP.
Rakyat Korea Utara.

SESEORANG tak dikenal memasuki Korea Utara dari Korea Selatan pada Hari Tahun Baru, menurut militer di Seoul pada Minggu (2/1). Itu merupakan pelanggaran langka di perbatasan yang dijaga ketat antara kedua negara bertetangga itu.

Penindasan dan kemiskinan selama bertahun-tahun di Korea Utara telah menyebabkan lebih dari 30.000 orang mengungsi ke Korea Selatan dalam beberapa dekade sejak Perang Korea, tetapi penyeberangan ke arah lain sangat jarang.

Orang itu terdeteksi oleh peralatan pengawasan di Zona Demiliterisasi (DMZ)--yang membagi semenanjung Korea--pada pukul 21.20 waktu setempat, Sabtu (1/1), menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) pada Minggu.

Itu memicu operasi pencarian oleh militer, tetapi tidak berhasil. "Kami telah mengonfirmasi bahwa orang tersebut melintasi perbatasan Garis Demarkasi Militer sekitar pukul 22.40 dan membelot ke Utara," kata JCS. JCS belum bisa memastikan orang itu masih hidup atau tidak.

Dikatakan seorang pejabat JCS kepada wartawan, orang itu belum diidentifikasi. Dia menambahkan bahwa otoritas Korea Selatan mengirim pesan ke Korea Utara pada Minggu mengenai insiden tersebut.

"Tidak ada aktivitas yang tidak biasa oleh militer Korea Utara yang terdeteksi," tambahnya. Pada 2020, pasukan Korea Utara menembak mati dan membakar tubuh seorang pejabat perikanan Korea Selatan yang menurut Pyongyang telah melintasi perbatasan laut secara ilegal.

Baca juga: New York Catat Rekor 85.000 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pada tahun yang sama, seorang Korea Utara yang telah membelot ke Korea Selatan tiga tahun sebelumnya menyelinap kembali melintasi perbatasan yang dijaga ketat. Penyeberangannya mendorong pejabat Korea Utara untuk mengunci kota perbatasan Kaesong karena kekhawatiran dia mungkin memiliki virus korona.

Sebagian besar warga Korea Utara yang melarikan diri terlebih dahulu pergi ke Tiongkok sebelum menuju ke Selatan, biasanya melalui negara lain. Hanya sedikit yang berani menyeberangi DMZ, yang penuh dengan ranjau darat dan ada kehadiran militer di kedua sisi. (AFP/Straits Times/OL-14)

BERITA TERKAIT