01 January 2022, 20:38 WIB

Pasukan Israel Bunuh Warga Palestina di Tepi Barat


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AHMAD GHARABLI / AFP
 AHMAD GHARABLI / AFP
Seorang warga palestina dengan menggunakan tongkat dikelilingi tentara Israel 

PASUKAN Israel menembak mati seorang warga Palestina yang diduga berlari ke arah mereka dengan pisau di sebuah stasiun bus di Tepi Barat yang diduduki.

Mengutip penyelidikan awal, dikatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa pria itu tiba di persimpangan dekat pemukiman Yahudi Ariel dengan mobil, keluar dan bersenjatakan pisau, berlari menuju stasiun bus tempat warga sipil dan tentara IDF berada.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi almarhum sebagai Amir Atef Reyan. Dikatakan dia meninggal karena luka-lukanya sebagai penduduk Qarawet Bani Hassan, sebuah desa di Salfit di Tepi Barat.

Anggota Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan pasukan Israel mencegah paramedis mereka menjangkau pemuda itu untuk merawatnya sebelum dia dipindahkan ke rumah sakit.

Foto dan video yang dipublikasikan secara daring menunjukkan pria Palestina itu berbaring telungkup di persimpangan dekat pemukiman Israel sebelum dibawa pergi dengan ambulans.

Tentara Israel mengatakan sedang mengejar siapa pun yang ada di dalam kendaraan, yang telah melarikan diri dari tempat kejadian.

Baca juga: Israel Setujui Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Tepi Barat mengalami kekerasan sporadis sejak pembicaraan yang disponsori Amerika Serikat tentang pendirian negara Palestina bersama Israel terhenti pada tahun 2014.

Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah seorang pemukim Yahudi ditembak mati oleh seorang pria bersenjata Palestina di bagian utara Tepi Barat.

Pembunuhan itu memicu serangkaian serangan pemukim yang menyebabkan setidaknya empat warga Palestina terluka dan memicu serangkaian konfrontasi antara warga Palestina dan pasukan Israel.

Israel pada tahun 1967 merebut Tepi Barat, yang oleh Palestina ingin menjadi bagian utama dari negara masa depan mereka. Sekitar 600.000 pemukim Yahudi tinggal di lebih dari 130 pemukiman yang tersebar di seluruh wilayah pendudukan, yang juga merupakan rumah bagi lebih dari 2,5 juta warga Palestina.

Palestina dan komunitas internasional yang lebih luas menganggap permukiman Israel yang berkembang sebagai pelanggaran hukum internasional yang mengancam solusi dua negara untuk konflik tersebut. (Aljazeera/OL-4)

BERITA TERKAIT