30 December 2021, 07:00 WIB

DK PBB Kecam Pembantaian di Myanmar


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Handout / KARENNI NATIONALITIES DEFENSE FORCE (KNDF)
 AFP/Handout / KARENNI NATIONALITIES DEFENSE FORCE (KNDF)
Mobil dan truk hangus ditemukan di Kota Hpruso, Negara Bagian Kayah, Myanmar.

DEWAN Keamanan (DK) PBB, Rabu (29/12), mengecam pembantaian yang terjadi pekan lalu di Myanmar yang menewaskan 30 orang, termasuk dua staf Save the Children, yang dituding dilakukan oleh junta militer yang berkuasa.

Aksi pembantaian itu terjadi di Malam Natal di Negara Bagian Kayah, tempat pejuang prodemokrasi melawan militer Myanmar, yang menggulingkan pemerintahan yang sah, Februari lalu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Rabu (29/12) sore, anggota DK PBB menekankan perlunya mereka yang bertanggung jawab atas insiden itu dihukum.

Baca juga: AS Desak Embargo Senjata Myanmar Usai Pembantaian

DK PBB juga menyerukan dihentikannya semua aksi kekerasan dan meminta semua pihak menghormati HAM dan memastikan keselamatan warga sipil.

DK PBB menambahkan perlunya akses penuh dan aman bagi bantuan keamanan bagi warga yang membutuhkan serta perlindungan bagi personel medis dan lembaga kemanusiaan.

Pejuang antijunta mengatakan mereka menemukan lebih dari 30 jenazah yang hangus, termasuk perempuan dan anak-anak, di sebuah jalan tol di Negara Bagian Kayah.

Myanmar berada dalam kondisi kacau sejak dilakukan kudeta oleh militer pada Februari lalu dengan 1.300 orang tewas oleh aksi militer.(AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT