27 December 2021, 08:45 WIB

PBB Kecam Pembantaian Warga Sipil di Myanmar


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Handout / KARENNI NATIONALITIES DEFENSE FORCE (KNDF)
 AFP/Handout / KARENNI NATIONALITIES DEFENSE FORCE (KNDF)
Mobil dan truk yang diduga dibakar oleh pasukan junta militer Myanmar.

SEORAN pejabat PBB, Minggu (26/12), mengaku sangat terpukul membaca laporan bahwa sedikitnya 35 warga sipil dibunuh dan jasad mereka kemudian dibakar di Myanmar. Dia menuntut pemeirntah Myanmar untuk menggelar penyelidikan atas hal tersebut.

Dua pekerja dari kelompok nirlaba Save the Children masih belum diketahui nasibnya setelah mobil mereka diduga ada di antara rombongan mobil yang diserang dan dibakar di Negara Bagian Kaya, Myanmar.

Kelompok pengawas dan media lokal menuding penyerangan itu dilakukan oleh pasukan junta Myanmar.

Baca juga: Dua Relawan Hilang Dalam Serangan Maut di Myanmar

"Saya mengecam insiden mengerikan itu dan semua serangan terhadap warga sipil di negara itu," ujar wakil Sekjen PBB urusan kemanusiaan Martin Griffiths dalam sebuah pernyataan resmi.

Griffiths kemudian menyerukan digelarnya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.

Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak kudeta, Februari lalu, dengan lebih dari 1.300 orang tewas oleh aksi junta militer terhadap kelompok yang menentang mereka.

Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) telah bermunculan di berbagai penjuru negara untuk melawan junta dan kerap terlibat bentrok dengan militer.

Pada Sabtu (25/12), foto bermunculan di media sosial yang mempelrihatkan dua truk dan sebuah mobil hangus terbakar di sebuah jalan raya di Kota Hpruso, negara bagian Kayah, dengan jenazah yang hangus di dalam mobil.

PDF setempat melaporkan mereka menemukan kendaraan yang hangsu itu pada Sabtu (25/12) pagu setelah mendapatkan laporan militer telah menghentikan sejumlah kendaraan di Hpruso setelah terhadi bentrokan pada Jumat (24/12).

"Ketika kami mengecek lokasi, kami menemukan sejumlah jenazah di dalam dua truk. kami menemukan 27 jenazah," ungkapnya kepada AFP.

Junta Myanmar, sebelumnya, mengatakan pasukan merkea diserang di Hpruso pada Jumat (24/12) dan berusaha menghentikan tujuh mobil yang 'mencurigakan'.

Kelompok pengamat Myanmar Witness mengutip media massa setempat bahwa 35 orang, termasuk perempuan dan anak-anak dbunuh dan kemudian dibakar oleh pasukan junta militer pada 24 Desember di Hpruso. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT