25 December 2021, 21:07 WIB

Sedikitnya 30 Tewas dalam Kecelakaan Kapal Migran di Yunani


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP/Angelos Tzortzinis.
 AFP/Angelos Tzortzinis.
Relawan LSM Penyelamatan Pengungsi membantu seorang wanita migran dari Afghanistan dan bayinya di Yunani.

PENJAGA pantai Yunani menyusuri Laut Aegea pada Sabtu (25/12) untuk mencari korban selamat setelah serangkaian kecelakaan kapal migran. Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 30 orang hanya dalam beberapa hari.

Pada Jumat malam, penjaga pantai menemukan 16 jenazah, termasuk tiga wanita dan seorang bayi, serta menyelamatkan 63 orang dari kapal yang terbalik dan tenggelam di dekat pulau Paros. Menurut mereka yang diselamatkan, sekitar 80 orang berada di kapal itu.

Tiga kapal patroli penjaga pantai, kapal pribadi, pesawat penjaga pantai, serta penyelam mencari lebih banyak korban selamat, menurut para pejabat. Tragedi terbaru, yang ketiga sejak Rabu, terjadi di tengah aktivitas penyelundupan tinggi yang tidak terlihat di perairan Yunani dalam beberapa bulan.

Beberapa jam sebelumnya, 11 jenazah ditemukan dari kapal lain yang kandas di suatu pulau sebelah utara pulau Antikythera, Yunani, pada Kamis malam. "Sembilan puluh orang yang terdampar di pulau itu telah diselamatkan," kata penjaga pantai.

Pada Rabu, sampan yang membawa migran terbalik di pulau Folegandros. Ini menewaskan sedikitnya tiga orang. Tiga belas orang berhasil diselamatkan, sementara puluhan lain masih hilang, kata pihak berwenang Yunani.

"Korban selamat memberikan keterangan yang bertentangan, beberapa mengatakan ada 32 orang di dalamnya, sementara yang lain menyebutkan jumlahnya sekitar 50," kata seorang pejabat penjaga pantai.

Badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan kecelakaan Folegandros bisa menjadi yang terburuk di Laut Aegea tahun ini, karena jumlah orang yang belum diketahui masih hilang. "Kapal karam ini adalah pengingat menyakitkan bahwa orang-orang terus melakukan perjalanan berbahaya untuk mencari keselamatan," kata Adriano Silvestri, asisten perwakilan UNHCR di Yunani.

Sebelumnya Jumat, penjaga pantai telah mencegat kapal lain dengan 92 pria dan anak laki-laki di dalamnya setelah kandas di pantai semenanjung Peloponnese. Tiga tersangka penyelundup yang melarikan diri dari perahu dengan berjalan kaki kemudian ditangkap.

UNHCR memperkirakan bahwa lebih dari 2.500 orang tewas atau hilang di laut ketika mereka mencoba mencapai Eropa dari Januari hingga November tahun ini. Hampir satu juta orang, terutama pengungsi Suriah, tiba di Uni Eropa pada 2015 setelah menyeberangi laut ke pulau-pulau Yunani yang dekat dengan Turki.

Baca juga: Kebakaran Landa Perkampungan Pengungsi di Yunani

Saingan Yunani dan Turki secara teratur memperdebatkan masalah migran. Athena menuduh Ankara menutup mata terhadap orang-orang yang mencoba menyeberang ke anggota UE Yunani dan Turki menyangkal tuduhan tersebut. (France24/OL-14)

BERITA TERKAIT