24 December 2021, 20:28 WIB

Iran Tembakkan Rudal selama Latihan untuk Peringatkan Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Sepah News.
 AFP/Sepah News.
Tank menembakkan rudal sebagai bagian dari latihan militer lima hari yang dijuluki Payambar-e-Azadm atau Nabi Besar.

IRAN menembakkan beberapa rudal balistik pada Jumat (24/12) pada penutupan lima hari latihan militer. Menurut para jenderal, itu sebagai peringatan bagi musuh bebuyutannya, Israel.

"Latihan ini dirancang untuk menanggapi ancaman yang dibuat dalam beberapa hari terakhir oleh rezim Zionis," kata kepala staf angkatan bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri kepada televisi pemerintah.

"Enam belas rudal diarahkan dan memusnahkan target yang dipilih. Dalam latihan ini, sebagian dari ratusan rudal Iran yang mampu menghancurkan negara yang berani menyerang Iran dikerahkan," tambahnya.

Baca juga: Arab Saudi Mulai Produksi Rudal Balistik dengan Bantuan Tiongkok

Latihan militer yang dijuluki Payambar-e-Azadm, atau Nabi Besar dimulai Senin di Provinsi Bushehr, Hormozgan, dan Khuzestan, yang masing-masing menyentuh Teluk.

"Latihan militer adalah peringatan serius bagi pejabat rezim Zionis," kata kepala Korps Pengawal Revolusi Islam Mayor Jenderal Hossein Salami.

"Buat kesalahan sekecil apa pun, kami akan memotong tangan mereka."

Latihan itu dilakukan setelah penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, Rabu, bertemu dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Pertemuan terjadi di tengah penentangan negara Yahudi itu terhadap upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.

Bennett menuduh Iran melakukan pemerasan nuklir dan menuduh bahwa pendapatan yang diperolehnya dari keringanan sanksi akan digunakan untuk memperoleh senjata untuk menyakiti orang Israel.

Baca juga: Penasihat Keamanan Nasional AS Temui PM Israel Bahas Iran

Para pemimpin Israel juga telah mengisyaratkan untuk menyerang Iran.

Iran mengatakan hanya ingin mengembangkan program nuklir sipil, tetapi kekuatan Barat mengatakan stok uranium yang diperkaya dapat digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT