22 December 2021, 19:46 WIB

Penasihat Keamanan Nasional AS Temui PM Israel Bahas Iran


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Nicholas Kamm.
 AFP/Nicholas Kamm.
Jake Sullivan.

PENASIHAT keamanan nasional Amerika Serikat mengadakan pembicaraan pada Rabu (22/12) dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Pengganti Benjamin Netanyahu itu memperingatkan bahwa negosiasi di Wina mengenai program nuklir Iran memiliki akibat yang mendalam bagi keamanan Israel.

Pemerintah Bennett tetap dengan tegas menentang upaya internasional yang sedang berlangsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir pada 2015. Pasalnya, kesepakatan itu menyetujui Iran mengekang kegiatan nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional untuk Presiden Joe Biden, mengatakan kunjungannya ke Israel datang pada saat yang kritis. "Penting bagi kita untuk duduk bersama dan mengembangkan strategi bersama, pandangan bersama, dan menemukan jalan ke depan yang secara fundamental mengamankan kepentingan negara Anda dan saya," kata Sullivan, menurut pernyataan pemerintah Israel.

Dia tidak secara langsung menyebut Iran tetapi pernyataan Israel mengatakan pertemuan itu terfokus pada pembicaraan Wina. Bennett telah menyerukan agar negosiasi dihentikan karena menuduh Iran melakukan pemerasan nuklir dan pendapatan yang diperolehnya dari keringanan sanksi akan digunakan untuk memperoleh senjata yang menyerang Israel.

Pemimpin perundingan AS, Rob Malley, mengatakan kepada CNN Selasa bahwa hanya ada beberapa minggu tersisa untuk menghidupkan kembali kesepakatan jika Teheran melanjutkan kegiatan nuklirnya pada kecepatan saat ini. Negosiasi untuk memulihkan pakta yang dikenal sebagai Rencana Aksi Kolektif Bersama dilanjutkan pada November.

Washington merupakan pihak dalam perjanjian awal, tetapi mundur di bawah presiden Donald Trump pada 2018.
Pemerintahan Biden telah memperingatkan mungkin akan segera terlambat untuk menghidupkan kembali JCPOA.

"Itu sangat tergantung pada kecepatan proses nuklir mereka," kata Malley, utusan khusus AS untuk Iran.
"Jika mereka menghentikan kemajuan nuklir, kita punya lebih banyak waktu. Jika mereka melanjutkan dengan kecepatan mereka saat ini, kami memiliki beberapa minggu tersisa tetapi tidak lebih dari itu. Pada titik kesimpulannya yaitu tidak ada kesepakatan untuk dihidupkan kembali," katanya.

Baca juga: Negosiator AS Sebut Hanya Tersisa Beberpa Minggu untuk Hidupkan Kesepakatab Nuklir Iran

Iran mengatakan hanya ingin mengembangkan program nuklir sipil. 

Sullivan juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel. Palestina memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump karena menuduhnya bias pro-Israel.

Pejabat AS itu mengatakan pemerintahan Biden telah membangun kembali hubungan dengan Otoritas Palestina.
"Sekarang kami ingin memperkuat mereka," kata pejabat itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT