19 December 2021, 13:22 WIB

Serangan Dua Roket Menghantam Zona Hijau di Baghdad, Irak


 Nur Aivanni | Internasional

IRAQI PRIME MINISTER'S PRESS OFFICE / AFP
 IRAQI PRIME MINISTER'S PRESS OFFICE / AFP
Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa al-Kadhemi (tengah) memimpin pertemuan membahas masalah keamanan di Irak. 

DUA roket menargetkan Zona Hijau yang sangat aman di Baghdad, Irak, yang juga Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) pada Minggu (19/12) pagi.

"Zona Hijau di Baghdad menjadi sasaran dua roket Katyusha," kata pasukan keamanan Irak dalam sebuah pernyataan.

Dikatakannya, yang pertama ditembak jatuh di udara oleh sistem pertahanan C-RAM dan yang kedua jatuh ke daratan dan merusak dua kendaraan.

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa roket yang ditembak jatuh jatuh di dekat Kedutaan Besar AS, sedangkan roket kedua jatuh sekitar 500 meter (1640 kaki).

Sebelumnya, sumber tersebut mengatakan kepada AFP bahwa dua roket telah ditembak jatuh di dekat kedutaan AS.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, puluhan serangan roket atau serangan bom pesawat tak berawak telah menargetkan pasukan dan kepentingan AS di Irak.

Serangan-serangan itu jarang diklaim tetapi secara rutin disematkan pada faksi-faksi pro-Iran di Irak.

Salvo roket terbaru datang setelah negara itu pada pekan ini mengumumkan akhir dari "misi tempur" di wilayah koalisi anti-jihadis yang dipimpin oleh Washington.

Tetapi sekitar 2.500 tentara Amerika dan 1.000 tentara koalisi yang dikerahkan di Irak akan tetap berada di negara itu untuk menjalankan peran pelatihan, saran dan bantuan.

Faksi-faksi pro-Iran di Irak menyerukan kepergian semua pasukan AS yang ditempatkan di negara itu.

Serangan itu juga bertepatan dengan peringatan 10 tahun kepergian pasukan AS dari Irak pada 18 Desember 2011, setelah invasi dan penggulingan Saddam Hussein pada 2003.

Washington kemudian mengerahkan pasukannya ke negara itu untuk memerangi kelompok ISIS, yang telah menguasai sebagian besar negara itu dalam serangan kilat.

Pada awal November 2021, Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi lolos tanpa cedera dari serangan bom pesawat tak berawak, yang menargetkan kediaman resminya di Zona Hijau.

Pada September 2021, serangan "drone bersenjata" menargetkan bandara internasional Erbil di Kurdistan Irak, di mana terdapat pangkalan yang menampung pasukan koalisi. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT