18 December 2021, 21:16 WIB

Otoritas Palestina: Pemerintah Israel Dorong Kekerasan Pemukim


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Jaafar Ashtiyeh.
 AFP/Jaafar Ashtiyeh.
Tentara Israel berdiri di antara pemukim dan penduduk Palestina di desa Burqah, Jumat (17/12), setelah laporan serangan pemukim di desa itu.

PARA aktivis Palestina menyerukan untuk menghidupkan kembali fungsi Komite Pengawal Rakyat untuk menggagalkan serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Di masa lalu, komite serupa dibentuk di beberapa desa dekat Hebron, Betlehem, Ramallah, dan Nablus. 

Komite itu terdiri dari aktivis yang tergabung dalam berbagai faksi Palestina. Komite itu biasanya beroperasi sebagian besar pada malam hari.

Kelompok-kelompok itu, yang juga disebut Komite Perlindungan Rakyat, telah beroperasi di beberapa desa dekat Nablus. Pasalnya, warga Palestina di sana mengeluh bahwa mereka telah diserang oleh pemukim selama beberapa hari terakhir, kata seorang pejabat senior dari faksi Fatah yang berkuasa.

Palestina, sementara itu, memperbarui seruan mereka untuk perlindungan internasional dalam menanggapi peningkatan kekerasan pemukim. Ini disampaikan terutama setelah serangan teror pada Kamis saat Yehuda Dimentman dibunuh di dekat pos terdepan Homesh di daerah Jenin.

Otoritas Palestina (PA) mengutuk terorisme pemukim dan meminta masyarakat internasional untuk mengambil tindakan segera untuk menghentikan kekerasan terhadap warga Palestina. PA menuduh pemerintah Israel mendorong dan melindungi para pemukim.

Melansir dari MSN, suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh kepresidenan PA mendesak masyarakat internasional untuk memaksa pemerintah Israel, "Untuk menghentikan terorisme ini dan memberikan perlindungan internasional bagi rakyat kami." Menurut pernyataan itu, "Tidak ada yang akan menikmati stabilitas jika rakyat Palestina tidak menikmatinya dan praktik-praktik ini akan membuat kawasan itu tetap berada dalam lingkaran kekerasan."

Kementerian Luar Negeri PA meminta masyarakat internasional dan pemerintah AS untuk menekan Israel, "Menghentikan terorisme, serangan, dan kejahatan pemukim terhadap warga Palestina yang tak berdaya dan kota-kota dan desa-desa mereka." Kementerian juga meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bekerja memberikan perlindungan internasional bagi Palestina.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa pihaknya memandang dengan sangat serius eskalasi serangan sistematis oleh pemukim dan meminta pemerintah Israel sepenuhnya dan langsung bertanggung jawab atas kekerasan pemukim. Menurut kantor berita resmi PA, Wafa, Fatah meminta warga Palestina untuk bersatu dan mempertahankan tanah, rumah, dan properti mereka melawan terorisme yang dilakukan oleh pemukim dan tentara pendudukan Israel.

Juru bicara Fatah Osama Qawassmeh mengatakan, "Israel dan alat terorisnya telah meningkatkan agresi dan terorisme mereka serta telah melewati semua batas. Anggota Komite Eksekutif PLO Saleh Ra'fat juga menganggap pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan pemukim. Tindakan para pemukim, kata Ra'fat, datang sebagai akibat dari budaya kebencian, kekerasan, dan ekstremisme dalam masyarakat Israel.

Baca juga: Wanita Palestina Tusuk Pria Israel Dekat Tempat Suci Diperebutkan 

Hamas, pada bagiannya, menyerukan untuk meningkatkan semua bentuk perlawanan terhadap Israel. "Israel dan pemukim akan membayar mahal untuk serangan brutal ini," kata Hamas dalam suatu pernyataan pada Jumat. Memuji pembunuhan Dimintman sebagai perbuatan heroik, Hamas menambahkan, "Rakyat kami yang heroik mampu membela diri dan menanggapi agresi." (OL-14)

BERITA TERKAIT