17 December 2021, 10:15 WIB

Iran Diberi Tenggat Baru untuk Bahas Penembakan Ukraine Airlines


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Cole Burston
 AFP/Cole Burston
Warga memegang foto orang-orang yang tewas setelah pesawat Ukraine International Airlies ditembak jatuh militer Iran.

KANADA, Inggris, Swedia, dan Ukraina, Kamis (16/12), memberikan tenggat baru bagi Iran untuk membahas ganti rugi kepada keluarga korban pesawat Ukraina yang ditembak jatuh sembari menegaskan kesabaran mereka telah menipis.

Iran menembak jatuh pesawat Ukraine Internasional Airlines dengan nomor pesawat PS752, tidak lama setelah lepas landas dari Teheran pada 8 Januari 2020, menewaskan 176 penumpangnya, termasuk 85 warga Kanada.

Tiga hari kemudian, Iran mengakui bahwa militer mereka salah menargetkan pesawat Boeing 737-800 tujuan Kiev itu.

Baca juga: Peretas terkait Iran Serang Pemerintahan dan Bisnis Israel

Kelompok Tanggapan dan Koordinasi Internasional bentukan Kanada telah berulang kali mengajak Iran untuk bernegosiasi namun tidak ditanggapi oleh 'Negeri Para Mullah' itu.

"Kami telah kembali mengirimkan undangan kepada Iran untuk membahas klaim dan tuntutan kami terkait penembakan jatuh PS752 pada 17 Januari 2022," kata kelompok itu, Kamis (16/12).

Teheran, ujar kelompok itu, memiliki waktu paling telat 5 Januari untuk menyatakan kesediaan ambil bagian dalam negosiasi itu.

Jika hingga saat itu Teheran tidak memberikan tanggapan, kelompok itu akan menganggap semua upaya negosiasi telah gagal dan akan mengambil aksi untuk menyelesaikan masalah itu sesuai dengan hukum internasional.

"Hampir dua tahun pascakecelakaan itu, Iran terus memperlihatkan keengganan untuk berunding untuk membahas masalah ini dengan cara yang konstruktif," ujar kelompok itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT