14 December 2021, 21:24 WIB

Amerika Serikat Siapkan Alternatif jika Pembicaraan Nuklir Iran Gagal


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Olivier Douliery.
 AFP/Olivier Douliery.
Menlu AS Antony Blinken menaiki pesawatnya saat berangkat ke Kuala Lumpur dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta hari ini.

AMERIKA Serikat sedang mempersiapkan alternatif jika upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan untuk mengekang ambisi nuklir Iran runtuh. Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan itu, Selasa (14/12), ketika ada potensi bahwa pembicaraan akan gagal.

“Kami terus pada jam ini, pada hari ini, untuk mengejar diplomasi karena saat ini tetap merupakan pilihan terbaik, tetapi kami secara aktif terlibat dengan sekutu dan mitra tentang alternatif," katanya saat berkunjung ke Indonesia.

Negosiasi dimulai kembali pada Kamis pekan lalu untuk mencoba menghidupkan kembali kesepakatan 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, yang ditarik Amerika Serikat dari bawah Donald Trump pada 2018.

Iran mengklaim hanya ingin mengembangkan kemampuan sipil tetapi kekuatan Barat mengatakan persediaan uranium yang diperkaya itu melampaui batas dan dapat digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Presiden AS Joe Biden mengatakan dia siap untuk kembali ke kesepakatan dan para pejabat Iran mempertahankan bahwa mereka serius untuk berkomitmen pada pembicaraan itu.

Namun Teheran telah dituduh mundur dari kemajuan yang dibuat awal tahun ini dan bermain-main dengan waktu.

Pernyataan Blinken muncul setelah Biden baru-baru ini mengatakan Amerika Serikat sedang mempersiapkan langkah-langkah tambahan terhadap Iran.

Dalam komentar pada Selasa, diplomat tinggi AS juga merujuk pada pernyataan baru-baru ini oleh negara-negara Eropa yang terlibat dalam pembicaraan bahwa waktu hampir habis dan Iran masih belum terlibat dalam negosiasi nyata.

"Kecuali ada kemajuan cepat, perjanjian nuklir Iran akan menjadi cangkang kosong," kata Blinken, merujuk pada pernyataan itu.

Baca juga: Negara Barat Dituduh Selalu Salahkan Iran terkait Kesepakatan Nuklir

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss melangkah lebih jauh pada akhir pekan, memperingatkan bahwa pembicaraan yang dilanjutkan itu menjadi kesempatan terakhir Republik Islam untuk datang ke meja perundingan dengan resolusi serius. "Masih ada waktu bagi Iran untuk datang dan menyetujui kesepakatan ini," katanya dalam konferensi pers. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT