14 December 2021, 20:37 WIB

Banyak Pengungsi Suriah di Gaza tidak Dapat Bantuan UNRWA


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mahmud Hams.
 AFP/Mahmud Hams.
Pengungsi Suriah Lina Moustafa Hassoun dan putranya Nawras Deeb berpose dengan paspor Suriah mereka yang kedaluwarsa.

LEBIH dari setengah dari sekitar dua juta penduduk Jalur Gaza merupakan keturunan pengungsi Palestina yang meninggalkan rumah mereka ketika Israel didirikan pada 1948. Saat ini mereka bergantung pada bantuan PBB.

Menurut warga Suriah, Badan PBB yang melayani pengungsi Palestina, UNRWA, tidak menganggap pengungsi Suriah sebagai tanggung jawab mereka dan hanya membantu sebagian. "UNRWA tidak mengakui anak-anak saya. Mereka selalu mengatakan kepada saya, 'Anda pengungsi Suriah dan kami merawat pengungsi Palestina'," kata Donia al-Minyarawi, istri Imad al-Hisso.

"Ketika tiba di Gaza, kami pikir itu tempat yang layak huni. Yang kami lihat di Gaza tidak terbayangkan. Situasinya benar-benar menyedihkan," katanya. Dia menderita beberapa kondisi medis yang tidak mampu dia tangani.

Lina Moustafa Hassoun, 52, juga tiba secara ilegal di Gaza melalui terowongan pada akhir 2012 bersama putranya Nawras, 24. Seorang Palestina yang sebelumnya tinggal di Suriah, Hassoun mengatakan dia datang untuk mengunjungi saudara perempuannya dan bermaksud tinggal selama sebulan.

Namun ibu dan anak itu terdampar ketika terowongan yang mereka lewati ditutup. Dokumen perjalanan mereka juga telah kedaluwarsa.

"Kehidupan di Gaza sangat sulit, tidak mungkin untuk bepergian dan bekerja. Tidak ada stabilitas di sana (di Suriah) atau di sini," katanya kepada AFP.

Baca juga: Kisah Pilu Pengungsi Suriah yang Terperangkap di Gaza Palestina

Nawras merekam video untuk pengungsi Suriah lain, Warif Qassem, seorang koki yang memberikan pelajaran memasak melalui salurannya di YouTube. Bersama dengan pengungsi Suriah lain di Gaza, Qassem, 41, mendirikan asosiasi untuk melakukan advokasi dengan otoritas Palestina dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Tahun lalu, UNHCR mengeluarkan sembilan keluarga Suriah dari Gaza melalui bandara Israel di Tel Aviv. Qassem mengatakan dia berterima kasih atas keramahan warga Gaza dan menghargai masakan mereka, tetapi mengatakan situasi mereka rumit. "Kami melakukan yang terbaik untuk mengatasi tantangan," katanya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT