12 December 2021, 18:50 WIB

Kontroversial, Film Penyelundupan Sperma Tahanan Palestina Gagal ke Oscar


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mohammed Abed.
 AFP/Mohammed Abed.
Seorang pria berjalan melewati lukisan dinding yang menggambarkan mendiang pemimpin spiritual gerakan Hamas Sheikh Ahmed Yassin.

SUTRADARA film Mesir, Mohamed Diab, melihat filmnya yang berjudul Amira sebagai drama yang telah menarik banyak orang di festival-festival internasional. Sayangnya, bagi banyak orang Palestina film itu merupakan penghinaan terhadap tahanan dari keluarga mereka di penjara-penjara Israel.

Film itu mengisahkan seorang gadis yang mengandung dari sperma yang diselundupkan keluar dari penjara. Namun ternyata sperma itu berasal dari seorang sipir Israel dan bukan suaminya yang menjadi narapidana di penjara itu. Karena itu, film tersebut tampaknya sama sekali tidak akan dapat masuk ke ajang Oscar.

Setelah pemutaran di festival di Italia, Tunisia, dan Mesir, Diab, 43, yang dididik di New York dengan beberapa penghargaan atas namanya, telah mengandalkan Yordania, tempat Amira difilmkan, untuk menominasikan film itu untuk mewakili kerajaan di Oscar. Namun sebaliknya Yordania malah telah menarik film tersebut.

"Kami percaya pada nilai artistik dari film tersebut dan bahwa pesannya tidak merugikan dengan cara apa pun terhadap Palestina maupun para tahanan. Sebaliknya, ini menyoroti penderitaan mereka, ketahanan mereka," kata Komisi Film Kerajaan. Namun, film itu ditarik, "Mengingat kontroversi besar baru-baru ini yang dipicu oleh film itu dan persepsi oleh beberapa orang bahwa itu merugikan perjuangan Palestina dan untuk menghormati perasaan para tahanan dan keluarga mereka."

Subjeknya bukanlah hal yang tidak biasa. Lusinan anak dikatakan telah lahir dari sperma dalam botol yang diselundupkan keluar dari penjara Israel oleh tahanan yang dibebaskan setelah berhasil menghindari pengawasan pos pemeriksaan tentara. 

Metode itu membuat Lydia Rimawi, seorang Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel, melahirkan tiga anak. Namun dia membenci kisah film yang dinilainya menjijikkan itu.

"Bukan film seperti Amira yang akan membuat kita membungkuk. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa membuat kita menundukkan kepala," tulisnya dengan marah di Facebook.

Baca juga: Mogok Makan 117 Hari, Tahanan Palestina di Israel Sakit Parah

Di bawah tagar #Pull Out Amira, media sosial dibanjiri kritik terhadap karya Diab. "Film ini menghina tahanan Palestina tanpa pernah menyebut penderitaan ratusan keluarga tahanan," cuit Reem Jihad. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT