11 December 2021, 11:14 WIB

Protes Pemukiman Ilegal, Warga Palestina Dibunuh Tentara Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Jaafar Ashtiyeh.
 AFP/Jaafar Ashtiyeh.
Pengunjuk rasa Palestina menggunakan ketapel untuk mengembalikan tabung gas air mata di tengah bentrokan dengan pasukan keamanan Israel.

SEORANG warga Palestina tewas oleh pasukan Israel dalam bentrokan di Tepi Barat yang diduduki pada Jumat (10/12), kata Kementerian Kesehatan Palestina. Pria itu menderita luka tembak di kepala selama bentrokan dengan pasukan Israel di desa utara Beita dan meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit di Nablus.

Beita menjadi tempat demonstrasi reguler menentang perluasan permukiman Yahudi. Penduduk berdemonstrasi sejak Mei menentang pos permukiman liar Eviatar yang didirikan di dekatnya tanpa izin Israel.

Tentara Israel mengatakan mengetahui laporan kematian seorang Palestina. Mereka menambahkan bahwa kerusuhan dengan kekerasan telah terjadi di daerah pos terdepan Givat Eviatar, selatan Nablus.

"Selama kerusuhan, ratusan warga Palestina melemparkan ban dan batu yang terbakar kepada Pasukan Pertahanan Israel dan pasukan Polisi Perbatasan Israel. Pasukan menanggapi dengan cara membubarkan kerusuhan untuk memulihkan ketertiban," kata pernyataan dari militer.

Tidak termasuk Jerusalem timur yang dicaplok, sekitar 475.000 pemukim Israel tinggal di komunitas yang dibentengi di Tepi Barat karena juga rumah bagi lebih dari 2,8 juta warga Palestina.

Baca juga: Latar Belakang Remaja Palestina yang Tikam Warga Israel

Orang-orang Palestina memandang Tepi Barat, yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967, sebagai bagian dari negara masa depan mereka. Orang-orang Israel garis keras, termasuk Perdana Menteri Naftali Bennett, mengatakan daerah itu merupakan jantung sejarah Yahudi. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT