11 December 2021, 11:02 WIB

Trump Lontarkan Sumpah Serapah, Netanyahu Tanggapi Kecaman Itu


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mandel Ngan.
 AFP/Mandel Ngan.
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

MANTAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan sumpah serapah terhadap sekutu lamanya, mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ini karena Netanyahu mengucapkan selamat kepada Joe Biden atas kemenangannya dalam pemilihan tahun lalu. Hal tersebut diungkapan dalam pembuatan buku baru.

Trump mengecam dalam suatu wawancara untuk pembuatan buku tentang hubungan AS-Israel selama kepresidenannya, penulis Barak Ravid menulis di situs web Axios pada Jumat (10/12). "Donald Trump dan Benjamin Netanyahu ialah sekutu politik terdekat selama empat tahun mereka memimpin, setidaknya di depan umum. Kini tidak lagi," tulis Ravid.

"Saya belum berbicara dengannya sejak itu," kata Trump kepada Ravid dalam wawancara itu. "Persetan dengannya."

Ravid mengatakan bahwa dia mewawancarai Trump dua kali untuk bukunya yang akan datang berjudul Trump's Peace: The Abraham Accords and the Reshaping of the Middle East. Dia mengatakan Trump, yang tampak dekat dengan Netanyahu saat menjadi presiden dari 2017 hingga 2021, berulang kali mengkritiknya dalam wawancara.

"Serangan terakhir bagi Trump ialah ketika Netanyahu memberi selamat kepada Presiden terpilih Biden atas kemenangan pemilihannya padahal Trump masih memperdebatkan hasilnya," tulis Ravid. Netanyahu memberikan ucapan selamatnya sekitar 12 jam setelah kemenangan Biden menjadi jelas.

Trump tidak pernah mengakui hasil pemilihan itu. Ia mengklaim tanpa bukti bahwa Biden menang dengan kecurangan suara.

Para pemimpin asing lain sejatinya memberi selamat kepada Biden lebih awal dari pemimpin Israel itu. Namun bagi Trump, Netanyahu menjadi perhatiannya.

"Orang pertama yang memberi selamat (Biden) ialah Bibi Netanyahu, laki-laki yang saya lakukan lebih dari orang lain yang pernah saya tangani," kata Trump, menurut Ravid. "Bibi bisa saja diam. Dia telah melakukan kesalahan besar," kata Trump, menggunakan nama panggilan Netanyahu.

"Saya suka Bibi. Saya masih suka Bibi. Tapi saya juga suka kesetiaan," katanya. Ravid menulis bahwa Trump tidak senang bahwa Netanyahu tidak membantunya untuk tetap menjabat sebagai presiden.

Netanyahu menanggapi cerita Axios dalam suatu pernyataan pada Jumat. "Saya sangat menghargai kontribusi besar Presiden Trump untuk Israel dan keamanannya," katanya.

"Saya juga menghargai pentingnya aliansi yang kuat antara Israel dan AS. Karena itu penting bagi saya untuk memberi selamat kepada presiden yang akan datang."

Baca juga: Israel Tutup Penyelidikan terhadap Polisi yang Tembak Penyerang Palestina

Kedua mantan pemimpin itu bisa kembali berkuasa di masa mendatang. Trump tetap menjadi pemimpin de facto Partai Republik dan membuka opsi untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024. Netanyahu, yang kehilangan kekuasaan awal tahun ini, saat ini pemimpin oposisi di Knesset Israel. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT