09 December 2021, 17:14 WIB

PBB Hentikan Pemberian Bantuan di Ethiopia akibat Penjarahan Massal


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

Solan KOLLI / AFP
 Solan KOLLI / AFP
Pasukan Pertahanan Nasional Ethiopia bergerak menuju Gashena, Ethiopia, untuk mengatasi kelompok pemberontak Tigray pada Senin (6/12).

PROGRAM Pangan Dunia telah menangguhkan distribusi bantuan di Kota Kombolcha, willayah utara Ethiopia setelah terjadi penjarahan massal gudang-gudangnya yang diduga dilakukan kelompok pemberontak Tigrayan.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan bahwa telah terjadi penjarahan massal gudang di Kombolcha dalam beberapa hari terakhir, yang dilaporkan dilakukan elemen pemberontak Tigrayan dan beberapa anggota penduduk setempat.

"Pasokan makanan kemanusiaan dalam jumlah besar, termasuk makanan bergizi untuk anak-anak yang kekurangan gizi, telah dicuri dan dijarah," katanya pada Rabu (8/12), memperingatkan bahwa penjarahan itu berisiko meningkatkan kerawanan pangan di Ethiopia utara.

“Di Provinsi Tigray, Amhara dan Afar, diperkirakan ada 9,4 juta orang sangat membutuhkan bantuan makanan sekarang," tutur Dujarric.

PBB mengatakan bahwa 5,2 juta di antaranya berada di Tigray, 534.000 di provinsi Afar dan 3,7 juta di provinsi Amhara.

"Tim Program Pangan Dunia di lapangan tidak dapat mencegah penjarahan dalam menghadapi intimidasi ekstrem, termasuk staf yang ditahan di bawah todongan senjata," terangnya, menekankan bahwa pelecehan staf kemanusiaan oleh kelompok bersenjata seperti itu tidak dapat diterima.

Peristiwa itu mengarah pada keputusan untuk menangguhkan distribusi makanan di Dessie dan Kombolcha, dua kota strategis di jalan menuju ibu kota.

Pemerintah Ethiopia baru-baru ini mengumumkan telah merebut kembali kedua kota itu, tetapi pasukan pemberontak Tigrayan mengatakan tentara hanya memulihkan daerah-daerah yang ditinggalkan setelah penarikan strategis oleh pemberontak.

Perang meletus pada November 2020 ketika Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray untuk mengatasi perlawanan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Pertempuran yang dilakukan angkatan bersenjata Ethiopia untuk merespons aksi serangan kelompok pemberontak Trigay yang menargetkan kamp-kamp tentara pemerintah.

Namun para pemberontak melakukan serangan balik yang mengejutkan, merebut kembali sebagian besar Tigray pada akhir Juni 2021 sebelum memperluas ke wilayah tetangga Amhara dan Afar.

Pertempuran itu telah menewaskan ribuan orang, membuat lebih dari dua juta orang kehilangan tempat tinggal dan mendorong ratusan ribu orang ke dalam kondisi seperti kelaparan, menurut perkiraan PBB. (Aiw/France24/OL-09)

BERITA TERKAIT