08 December 2021, 19:24 WIB

Israel Tuntaskan Tembok Besi Penghalang Bawah Tanah Gaza


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP/Menahem Kahana.
 AFP/Menahem Kahana.
Tentara Israel berjaga di dekat pagar sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza dekat Moshav Netiv HaAsara di Israel selatan, 7 Desember 2021.

ISRAEL telah menyelesaikan pembangunan tembok bawah tanah yang dilengkapi sensor di sisi Gaza. Ini merupakan tindakan balasan setelah Hamas menggunakan terowongan untuk mengusir pasukannya selama invasi 2014 ke wilayah Palestina yang terkepung itu.

Israel mengumumkan proyek tersebut, yang juga mencakup pagar di atas tanah, penghalang angkatan laut, sistem radar, serta ruang komando dan kontrol pada 2016. "Penghalang itu, yang merupakan proyek inovatif dan berteknologi maju, menghalangi Hamas dari salah satu kemampuan yang coba dikembangkannya," kata Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, menurut suatu pernyataan kementerian.

"(Penghalang itu) menempatkan 'dinding besi', sensor, dan beton antara organisasi teror itu dan penduduk selatan Israel," jelasnya tentang proyek tersebut yang memperkuat pagar yang ada. Kementerian mengatakan penghalang, yang mencakup ratusan kamera, radar, dan sensor lain, membentang 65 km, serta 140.000 ton besi dan baja digunakan dalam konstruksinya, membutuhkan waktu 3,5 tahun untuk menyelesaikannya.

Dikatakan proyek pagar pintar itu setinggi lebih dari 6 meter dan penghalang maritimnya mencakup sarana untuk mendeteksi penyusupan melalui laut serta sistem senjata yang dikendalikan dari jarak jauh. Kementerian tidak mengungkapkan kedalaman tembok bawah tanah.

Gaza juga memiliki perbatasan sepanjang 14 km dengan Mesir, yang juga telah membatasi penyeberangan, dengan alasan keamanan. Sejak 2013, pasukan Mesir telah menghancurkan terowongan penyelundupan sementara Hamas sekaligus meningkatkan patroli.

Israel dan Hamas telah berperang empat kali sejak kelompok itu menguasai pesisir Jalur Gaza pada 2007 dari pasukan yang setia kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Pada Mei, serangan 11 hari Israel di Jalur Gaza menewaskan lebih dari 260 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.900 orang, menurut kementerian kesehatan di Gaza.

Baca juga: Pengadilan Banding Belanda Tolak Gugatan Kasus Serangan Udara Gaza

Setidaknya 12 orang, termasuk tiga pekerja asing dan dua anak-anak, tewas di Israel oleh roket yang ditembakkan oleh Hamas dan kelompok bersenjata lain dari Gaza selama periode yang sama. Israel mengerahkan pencegat Iron Dome untuk melawan roket dan melakukan serangan udara ekstensif di Gaza. Hamas dan kelompok bersenjata lain menembakkan lebih dari 4.300 roket ke Israel. (Aljazeera/OL-14)

BERITA TERKAIT