05 December 2021, 19:45 WIB

Puluhan Ribu Warga Austria Unjuk Rasa Terkait Langkah Pemerintah Atasi Covid-19


Nur Aivanni  | Internasional

AFP
 AFP
Pengunjuk rasa memegang spanduk di Wina, Sabtu (4/12).

PULUHAN ribu warga Austria, pada Sabtu, melakukan aksi protes pada akhir pekan ketiga berturut-turut terhadap tindakan pemerintah terhadap virus korona.

Setelah beberapa demonstrasi berbeda terjadi di ibu kota Wina, polisi mengatakan perkiraan jumlah pengunjuk rasa secara keseluruhan adalah lebih dari 40.000.

Baca juga: Hikmahanto: Sengketa Perbatasan Jarang Berdampak pada Hubungan Bilateral

Polisi mengatakan bahwa beberapa demonstran telah melemparkan benda-benda kembang api ke arah petugas, yang menggunakan semprotan merica sebagai tanggapannya.

Beberapa penangkapan dilakukan karena pelanggaran gangguan sipil. Polisi menambahkan bahwa sekitar 1.500 orang telah mengambil bagian dalam demonstrasi tandingan.

Negara tersebut berada dalam penguncian parsial yang dimulai pada 22 November dan dijadwalkan berakhir pada 11 Desember.

Austria adalah negara pertama di UE yang mengatakan akan membuat vaksinasi terhadap virus korona wajib. Langkah tersebut diperkirakan akan mulai berlaku mulai Februari.

Pemerintah telah membenarkan tindakan itu dengan menunjuk pada gelombang keempat virus dan tingkat vaksinasi negara itu - yaitu 67%, salah satu yang terendah di Eropa Barat. Unit perawatan intensif negara tersebut berada di bawah tekanan yang meningkat.

Sejak penguncian mulai berlaku, jumlah infeksi di negara berpenduduk 8,9 juta itu telah turun dari jumlah tertinggi 13.000 per hari menjadi di bawah 10.000. Namun, pembatasan tersebut telah memicu reaksi dari banyak warga Austria. (AFP/Nur/OL-6)

BERITA TERKAIT