22 November 2021, 16:54 WIB

Anggota Hamas Serang Empat Warga Israel sebelum Ditembak Mati


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Menahem Kahana.
 AFP/Menahem Kahana.
Pasukan keamanan Israel membawa jenazah dari lokasi penembakan di kota tua Jerusalem pada 21 November 2021.

SEORANG anggota gerakan Islam Palestina Hamas melepaskan tembakan pada Minggu (21/11) di Kota Tua Jerusalem. Tembakan itu menewaskan satu orang dan melukai tiga orang sebelum dia ditembak mati, kata pejabat Israel, polisi, dan petugas medis.

Perdana Menteri Naftali Bennett memerintahkan peningkatan keamanan dan menyerukan agar orang-orang waspada atas risiko serangan lebih lanjut. Empat yang terluka yakni dua petugas polisi dan dua warga sipil dilarikan ke rumah sakit Hadassah Yerusalem. Selanjutnya, salah satu korban sipil akhirnya meninggal dunia.

"Pagi ini terjadi serangan penembakan serius di Kota Tua Jerusalem," kata Bennett dalam suatu pernyataan. "Saat ini kami memiliki satu orang tewas dan tiga terluka. Dua polisi wanita dan satu polisi dengan cepat menetralisasi teroris."

Yayasan Warisan Tembok Barat mengidentifikasi korban sebagai Eliyahu Kay, seorang imigran dari Afrika Selatan, yang dipekerjakan oleh mereka sebagai pemandu di alun-alun Tembok Barat. Kementerian imigrasi mengatakan dia berusia 25 tahun dan datang ke Israel pada 2019. Pemakamannya dijadwalkan berlangsung Senin pagi di Jerusalem. 

Washington mengeluarkan pernyataan keras mengutuk serangan itu. "Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada para korban dan keluarga mereka," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam suatu pernyataan.

Baca juga: Iran Kecam Inggris Tetapkan Hamas Kelompok Teroris

Setelah penembakan itu, lusinan petugas polisi dikerahkan di jalan-jalan sempit kota bertembok bersejarah itu, ketika para pekerja menyemprot genangan darah dari batu-batuan, kata seorang reporter AFP. Kota Tua berada di bagian timur Jerusalem yang dicaplok Israel dan diklaim Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Israel merebut Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan kemudian mencaploknya. Ini langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.

Serangan yang direncanakan

Menteri Keamanan Publik Israel Omer Bar-Lev mengatakan penyerang ialah warga Palestina yang tinggal di daerah Shuafat Yerusalem timur. "Dia anggota Hamas, cabang politik, bukan sayap bersenjata," kata Bar-Lev kepada saluran televisi Israel Kan, mengatakan istri pria bersenjata itu telah pergi ke luar negeri tiga hari yang lalu dan putranya juga berada di luar negeri.

"Sepertinya serangan ini sudah direncanakan," kata Bar-Lev. Polisi mengidentifikasi dia sebagai warga Jerusalem timur berusia 42 tahun.

Hamas, yang berkuasa di Jalur Gaza, mengidentifikasi penyerang sebagai Fadi Abu Shkhaydam. Hamas mengucapkan selamat kepadanya dan memuji kelanjutan perjuangan untuk membebaskan Jerusalem.

Namun Hamas tidak secara khusus mengklaim serangan itu yang terjadi enam bulan sejak berakhirnya perang 11 hari di Gaza dengan Israel pada Mei. Pada Minggu malam, ratusan orang berbaris melalui kamp pengungsi Shuafat untuk mendukung Hamas.

Baca juga: Hamas Kutuk Inggris karena Dinilai Dukung Penjajah Israel

Dalam khotbah baru-baru ini yang disampaikan di suatu masjid Jerusalem yang dilihat oleh AFP, Abu Shkhaydam menuduh orang Israel sebagai penindas yang dibiayai oleh Setan dan Uni Emirat Arab, monarki Teluk yang menormalkan hubungan dengan negara Yahudi tahun lalu.

Daftar teror 

Pada Jumat, Inggris mengatakan akan mengikuti Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam menempatkan larangan langsung terhadap Hamas sebagai kelompok teror. Presiden Israel Isaac Herzog, dalam kunjungan resmi ke Inggris, mengatakan bahwa fakta bahwa teroris berasal dari sayap politik Hamas memaksa masyarakat internasional untuk mengakuinya sebagai kelompok teror.

Serangan yang menargetkan pasukan keamanan Israel biasa terjadi di Kota Tua serta Tepi Barat yang diduduki. Mereka sering dilakukan oleh pria-pria muda Palestina yang disebut serangan tunggal.

Pada Rabu, pasukan keamanan Israel menembak mati seorang penyerang berusia 16 tahun yang menikam dan melukai dua petugas polisi di Kota Tua. "Ini serangan teroris kedua baru-baru ini di Jerusalem," kata Bennett. Ia telah memerintahkan pasukan keamanan untuk waspada terhadap serangan tiruan.

Liburan Hanukkah Yahudi dimulai pada 28 November. Sekitar 200.000 orang Israel tinggal di Jerusalem timur bersama dengan 300.000 orang Palestina. Pada Minggu, seorang warga Israel berusia 67 tahun terluka dalam serangan penikaman di Jaffa oleh seorang Palestina dari daerah Nablus, kata polisi. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT