11 November 2021, 17:52 WIB

Indonesia dan Inggris Tindak Lanjuti Rencana Kerja Sama


 Andhika Prasetyo | Internasional

Oli SCARFF / AFP
 Oli SCARFF / AFP
Menteri Luar Negeri Inggris Elizabeth Mary Truss. 

INDONESIA dan Inggris langsung menindaklanjuti rancangan kerja sama yang dibahas Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Boris Johnson di Glasgow, Skotlandia, pekan lalu.

Tindak lanjut itu ditandai dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris Elizabeth Mary Truss ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/11).

Jokowi menjabarkan, dalam pertemuan tersebut, dirinya dan Menlu Inggris berbincang tentang rencana kerja sama antara London Stock Exchange (LSE) dan Indonesia Stock Exchange (IDX) untuk membentuk pertukaran pasar karbon.

Sekain itu, kedua belah pihak juga berunding tentang investasi pengembangan produksi katoda di Inggris guna memenuhi kebutuhan baterai litium di Eropa.

"Indonesia akan menyediakan prekursor yang diperlukan Inggris. Prekusor itu diproduksi dari pabrik di Indonesia yang dibangun atas investasi bersama Inggris juga," lanjutnya.

Kemudian, ada pula pembahasan kerja sama yang lebih erat terkait vaksin dan bioteknologi. Sejauh ini, Indonesia telah berkomunikasi dengan Oxford University untuk mengirimkan lebih banyak pelajar dan peneliti.

Menurut kepala negara, pandemi telah memberikan pelajaran penting untuk membangun lebih banyak hub vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis dan Indonesia siap untuk itu.

"Mohon sampaikan prioritas-prioritas ini kepada PM Johnson. Indonesia akan mengirimkan tim ke Inggris untuk segera menindaklanjuti hal ini, dan tentunya dukungan Inggris terhadap presidensi G20 Indonesia akan sangat kami hargai," jelasnya.

Kepada Menlu Inggris, Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia senang dapat mendukung Inggris menjadi mitra wicara ASEAN.

"Saya harap kemitraan ASEAN-Inggris akan memperkuat kerja sama kita, berdasarkan rasa saling menghormati dan saling menguntungkan," tandasnya.

Sementara itu, dalam siaran pers Pemerintah Inggris yang dirilis pada Kamis (11/11), Menlu Elizabeth Truss memandang Indonesia sebagai mitra utama untuk Global Britain.

Sebagai negara terbesar keempat di dunia berdasarkan jumlah populasi, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa.

"Ikatan yang lebih dalam dengan Indonesi sebagai negara terbesar keempat di dunia dalam hal populasi dan kekuatan ekonomi akan membantu mengamankan masa depan yang sukses bagi Inggris dan memberi hasil baik bagi rakyat kita bersama," ucap Truss. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT