10 November 2021, 20:52 WIB

Warga Palestina Tanggapi Teknologi Pengawasan Israel Blue Wolf


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Hazem Bader.
 AFP/Hazem Bader.
Penjaga perbatasan Israel berjalan melewati seekor angsa di kota Palestina Hebron pada 9 November 2021.

TENTARA Israel telah mengerahkan program pengumpulan data pribadi menggunakan teknologi pengenalan wajah (facial recognition) yang menargetkan warga Palestina di beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki. Warga Palestina di kawasan itu pun merasakan ada pengawasan yang ketat terhadap mereka.

Berbicara kepada AFP dari apartemennya yang menghadap ke jalan Al-Shuhada di Hebron, Zulaikha Muhtaseb mengatakan lingkungannya dikelilingi oleh kamera. Jalan Al-Shuhada dulu merupakan area pasar yang ramai tetapi tertutup bagi warga Palestina selama lebih dari 20 tahun.

Dia berbicara melalui pintu yang pernah membuka ke jalan Al-Shuhada tetapi ditutup setelah Israel menutup jalan dengan alasan keamanan. Ini setelah ekstremis Yahudi Baruch Goldstein membunuh 29 warga Palestina di Hebron pada 1994.

Muhtaseb mengatakan dia tidak tahu memiliki kontak langsung dengan Blue Wolf atau Serigala Biru. Namun sebagai penduduk Hebron Palestina, dia merasakan pengawasan Israel sejak lama.

"Bagi orang Palestina itu semacam pelanggaran. Tidak ada yang suka diawasi sepanjang waktu," katanya.

Baca juga: Israel Pakai Teknologi Pengenalan Wajah Warga Palestina

Israel telah menduduki Tepi Barat--tempat lebih dari dua juta warga Palestina tinggal--sejak Perang Enam Hari 1967. Sekitar 475.000 pemukim Yahudi sekarang tinggal di wilayah Palestina, di komunitas yang secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional. (OL-14)

BERITA TERKAIT